SANGATTA – Upaya menjaga kelestarian wisata bahari di Desa Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim), dilakukan melalui program transplantasi terumbu karang. Kegiatan ini melibatkan pemuda desa sebagai bagian dari perawatan ekosistem bawah laut.
Kepala Desa Pulau Miang, Alimuddin Daud mengatakan program ini dijalankan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat sekaligus menjaga kualitas destinasi wisata bawah laut yang dimiliki desa.
“Program ini kami melibatkan teman-teman pemuda untuk menjaga, melestarikan, dan memperbaharui wisata bawah laut Desa Pulau Miang,” ucap Alimuddin, Jumat (2/1/2026).
Pulau Miang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari di Kutim yang memiliki keindahan terumbu karang. Untuk menjaga kondisi tersebut, pemerintah desa bersama masyarakat menjalankan transplantasi terumbu karang sebagai program pelestarian lingkungan.
Alimuddin menjelaskan, pelestarian dilakukan dengan menanam ratusan bibit terumbu karang pada media tanam berupa pipa paralon berbentuk persegi. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nusa Bale, Desa Pulau Miang.
“Kegiatan itu telah dilakukan sejak akhir 2025 lalu. Kami akan pastikan program ini berlanjut sebagai pelestarian lingkungan bawah laut,” tuturnya.
Menurut Alimuddin, transplantasi terumbu karang menjadi salah satu program prioritas berkelanjutan di desa. Upaya ini sekaligus mendukung pengembangan Pulau Miang sebagai destinasi wisata bahari unggulan.
Ia juga berharap adanya dukungan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi, mengingat Pulau Miang telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur. Melalui program tersebut, pemerintah desa terus berupaya memperbaiki kondisi taman bawah laut agar daya tarik wisata bahari tetap terjaga.
Sementara itu, salah satu pemuda Sangkulirang yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Jundan, menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama menjaga ekosistem laut Pulau Miang.
“Kami senang dengan adanya program seperti ini, wisata Pulah Miang dapat terus terjaga dan lestari,” ungkapnya.
Ia berharap, kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dapat menjaga keindahan bawah laut Pulau Miang sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan. "Semoga dengan upaya seperti ini dapat meningkatkan wisatawan untuk berwisata di Desa Palau Miang," tutupnya.
Editor : Muhammad Ridhuan