KALTIMPOST.ID, SANGATTA–Cuaca buruk yang melanda perairan Teluk Lombok, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), hampir berujung petaka bagi dua pemancing.
Kapal yang mereka tumpangi terbalik akibat dihantam gelombang tinggi dan angin kencang, Kamis (8/1). Beruntung, keduanya berhasil diselamatkan personel Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Kutim.
Informasi yang dihimpun, kapal pemancing tersebut berangkat dari Sungai Sangatta menuju lokasi memancing. Namun, saat berada di perairan Teluk Lombok, kondisi cuaca tiba-tiba memburuk. Ombak besar menghantam kapal hingga menyebabkan kerusakan pada bagian sayap kapal, membuatnya sulit dikendalikan dan akhirnya terbalik di tengah laut.
Kasat Polairud Polres Kutim AKP Sudarwanto menjelaskan, sebelum kapal terbalik sepenuhnya, korban sempat menghubungi rekan mereka dan menyampaikan titik koordinat lokasi kejadian.
“Korban sempat menghubungi rekannya dan menyampaikan titik koordinat lokasi kapal sebelum akhirnya hilang kontak. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Sat Polairud langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pencarian dan pertolongan,” jelasnya.
Tim Sat Polairud yang menerima laporan segera melakukan penyisiran di lokasi sesuai koordinat yang diberikan. Upaya itu membuahkan hasil. Dua pemancing berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung dievakuasi ke tempat aman untuk mendapatkan penanganan awal.
Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto mengapresiasi kesiapsiagaan jajarannya dalam menangani kejadian tersebut. Dia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat di wilayah perairan menjadi perhatian utama kepolisian.
“Kecepatan dan ketepatan tindakan anggota di lapangan sangat menentukan keselamatan korban. Saya mengapresiasi dedikasi personel Polairud yang sigap dalam melakukan penyelamatan,” ujarnya.
Selain itu, Kapolres juga mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan dan pemancing, agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca sebelum beraktivitas di laut. “Kami imbau agar tidak memaksakan melaut saat cuaca tidak bersahabat. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama,” tegasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A