SANGATTA – Program bus sekolah yang disiapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Timur (Kutim) masih akan berjalan secara terbatas. Keterbatasan armada membuat layanan ini pada tahap awal hanya difokuskan pada satu jalur, yakni Jalan Soekarno-Hatta.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kutim, Abdul Muis, mengatakan saat ini bus sekolah yang dimiliki Dishub baru satu unit. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama dalam penentuan jalur operasional awal.
Meski demikian kada dia, Dishub tetap menargetkan layanan bus sekolah dapat mulai beroperasi pada tahun ini. Namun sebelum itu, masih ada sejumlah tahapan yang harus diselesaikan, mengingat pengadaan armada baru dilakukan pada akhir tahun lalu.
“Karena pengadaannya baru di akhir tahun kemarin, jadi memang masih ada tahapan-tahapan yang harus kita siapkan,” ujarnya.
Salah satu persiapan utama yang tengah dilakukan adalah peningkatan kesiapan pengemudi. Dishub menilai aspek keselamatan menjadi perhatian penting karena bus sekolah akan digunakan oleh pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.
“Dalam waktu dekat ini kita akan training dulu driver-nya, minimal driver-nya harus siap dulu,” katanya.
Di sisi lain, Dishub juga melakukan pembahasan teknis operasional bersama Dinas Pendidikan Kutai Timur. Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyesuaikan layanan bus sekolah dengan kebutuhan siswa, baik tingkat SD, SMP, maupun SMA.
“Kami sudah beberapa kali rapat dengan Dinas Pendidikan, karena yang menggunakan nanti itu murid-murid, baik dari SD, SMP, maupun SMA,” jelasnya.
Pembahasan lanjutan masih akan dilakukan, khususnya terkait penentuan titik jemput dan waktu operasional bus sekolah yang disesuaikan dengan jam masuk sekolah.
“Nanti terkait masalah teknis, kami akan koordinasi lagi dengan Dinas Pendidikan,” ucapnya.
Selain jalur, Dishub juga masih mengkaji sekolah-sekolah yang akan menjadi prioritas layanan di kawasan Jalan Soekarno-Hatta pada tahap awal operasional.
Editor : Muhammad Ridhuan