Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Koperasi Merah Putih Dibangun Dekat Pasar Induk Sangatta, Pemkab Kutim Klaim Tak Ganggu Pedagang

Jufriadi • Jumat, 23 Januari 2026 | 17:06 WIB

Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setkanlb Kutim, Noviari Noor. (Jufriadi/KP)
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setkanlb Kutim, Noviari Noor. (Jufriadi/KP)

SANGATTA – Kawasan Pasar Induk Sangatta ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk Kelurahan Teluk Lingga, Kutai Timur (Kutim).

Penetapan dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten menyelesaikan kajian tata ruang dan peruntukan lahan dari sejumlah alternatif lokasi. Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setkanlb Kutim, Noviari Noor, mengatakan sebelumnya terdapat dua opsi lokasi yang dibahas, yakni di sekitar Pasar Induk dan di kawasan Jalan Soekarno-Hatta dekat Rumah Sakit Umum.

Salah satu opsi kemudian dieliminasi karena tidak sesuai dengan peruntukan tata ruang. “Lahan tersebut merupakan aset Pemkab yang sebelumnya direncanakan untuk pengembangan pasar, namun kini dialihkan fungsinya untuk mendukung pembangunan Koperasi Merah Putih,” ujar Noviari.

Baca Juga: Polisi Tangkap Ibu Rumah Tangga di Kongbeng, Sita 79,71 Gram Narkotika

Ia menjelaskan, secara normatif koperasi membutuhkan lahan sekitar 1.000 meter persegi. Pembangunan gedung koperasi, gudang, dan fasilitas pendukung akan dibiayai melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Agrinas, sedangkan pelaksanaan fisik pembangunan dikoordinasikan oleh TNI.

Di Kutim, pelaksanaan program Koperasi Merah Putih berada di bawah koordinasi Kodim dengan pengawasan Danramil setempat. Program ini merupakan bagian dari program strategis nasional untuk penguatan ekonomi desa dan kelurahan.

Terkait lokasi yang berada di kawasan pasar, Noviari menegaskan koperasi tidak berada di area inti Pasar Induk. “Akses jalannya terpisah dan ada pembatas yang jelas. Koperasi ini juga berorientasi pada pelayanan anggota, bukan pasar umum, sehingga tidak akan mengganggu aktivitas perdagangan yang sudah ada,” jelasnya.

Baca Juga: Dua Perumahan KORPRI di Kutim Terbengkalai, Pemkab Akui Belum Ada Tindak Lanjut

Ia juga menekankan bahwa koperasi tidak akan menjual komoditas segar yang selama ini menjadi komoditas utama Pasar Induk. Fokus koperasi adalah pelayanan kebutuhan pokok tertentu bagi anggota koperasi, yang jumlahnya ditargetkan sekitar 500 orang.

Saat ini, Kelurahan Teluk Lingga masih berada pada tahap penetapan lokasi dan penyelesaian administrasi lahan. Setelah seluruh persyaratan dinyatakan lengkap, usulan pembangunan akan didaftarkan ke sistem pusat agar anggaran pembangunan dapat diturunkan.

Untuk Kutim sendiri, dari 141 desa dan kelurahan, sudah 109 yang menyiapkan lahan dan 87 di antaranya telah memulai pembangunan. "Teluk Lingga menjadi salah satu kelurahan yang baru memulai proses ini, sehingga memang masih membutuhkan tahapan lanjutan,” pungkasnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Koperasi Merah Putih #pasar induk sangatta #kutai timur