KALTIMPOST.ID, SANGATTA–Sejumlah proyek pembangunan jalan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) kerap terlihat tidak dikerjakan secara penuh.
Di beberapa titik, panjang jalan yang diusulkan mencapai beberapa kilometer. Namun, realisasi pekerjaan di lapangan hanya beberapa ratus meter yang tidak menjangkau seluruh panjang ruas jalan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim Januar Bayu Irawan menjelaskan, kondisi tersebut bukan karena proyek dihentikan atau tidak diselesaikan, melainkan hasil penyesuaian terhadap kemampuan fiskal daerah dan skala prioritas program.
“Usulannya banyak. Misalnya peningkatan jalan di desa A sepanjang 1 kilometer. Semua itu kami tampung dalam perencanaan,” ujar Bayu, Jumat (30/1). Namun, setelah tahap perencanaan, usulan itu harus disesuaikan dengan realitas anggaran yang tersedia. “Ketika masuk pembahasan, dilihat lagi kemampuan fiskalnya. Apakah bisa meng-cover semua? Anggaran itu tidak bisa diprediksi semua asumsi-asumsi,” terangnya.
Bayu yang juga bagian dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menekankan, panjang pekerjaan yang dipangkas menjadi beberapa ratus meter merupakan pilihan rasional ketika kemampuan anggaran pemerintah tidak mencukupi.
Keputusan tersebut dibuat perangkat daerah terkait berdasarkan urgensi dan sebaran kebutuhan. “Pasti sesuai kemampuan daerah. Posisinya itu tergantung perangkat daerah memprioritaskan yang mana. Itu lebih ke fiskal,” jelasnya.
Dia mencontohkan, bila terdapat lima usulan peningkatan jalan di satu wilayah tetapi permukimannya jarang penduduk atau lalu lintas rendah, pengerjaan bisa diperkecil agar anggaran dapat dialokasikan untuk lokasi lain yang kebutuhan infrastrukturnya dianggap lebih mendesak.
“Melalui pertimbangan, itu bisa dikurangin. Karena duitnya tidak ada sementara program usulan banyak,” ujarnya. (*)
Editor : Dwi Restu A