Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kepala Desa Sekerat Bungkam soal Keluhan Warga Terhadap Lalu Lintas Ratusan Truk Perusahaan

Jufriadi • Senin, 2 Februari 2026 | 17:30 WIB
Truk pengangkut batu koral melintas di jalan Desa Sekerat. Warga mengeluhkan debu dan bahaya kecelakaan akibat aktivitas kendaraan berat ini.
Truk pengangkut batu koral melintas di jalan Desa Sekerat. Warga mengeluhkan debu dan bahaya kecelakaan akibat aktivitas kendaraan berat ini.

KALTIMPOST.ID, SANGATTA –  Warga Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), terus mengeluhkan aktivitas kendaraan berat perusahaan yang melintas di jalan desa selama empat bulan terakhir. Namun di tengah meningkatnya keresahan warga, Kepala Desa Sekerat hingga kini belum memberikan tanggapan apa pun.

Upaya konfirmasi Kaltim Post melalui pesan teks sejak Minggu (1/2) tidak membuahkan hasil. Panggilan telepon yang dilakukan beberapa kali pada Senin (2/2) juga tidak dijawab. Sikap diam tersebut membuat warga mempertanyakan peran pemerintah desa dalam merespons persoalan ini.

Sebelumnya diberitakan, seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa truk pengangkut batu koral, bahan baku semen, awalnya menggunakan jalur khusus di belakang permukiman. Namun akibat persoalan lahan yang belum tuntas, perusahaan mengalihkan rutenya ke jalan desa.

"Ada lahan warga yang tidak dibebaskan oleh perusahaan, cuma disewa. Tapi ada satu orang yang bermasalah untuk sekalian dibebaskan tapi perusahaan tidak sanggup," ujarnya, Sabtu (1/2).

Ia menambahkan, pengalihan jalur dilakukan tanpa koordinasi dengan warga. Situasi kian memprihatinkan setelah terjadi kecelakaan pada Selasa (27/1) yang melibatkan salah satu truk perusahaan dengan warga. "Akibatnya, korban mengalami luka di bagian pelipis," jelasnya.

Setiap hari, diperkirakan sekitar 200 truk pengangkut batu koral melintas di jalan desa tersebut. Jumlah itu belum termasuk kendaraan lain yang mengangkut bahan baku dan semen. "Belum lagi kendaraan angkutan semennya, pengangkut bahan baku dan semen curahnya. Luar biasa sebenarnya," tuturnya. 

Warga mengaku semakin terganggu oleh debu tebal yang berterbangan, selain risiko kecelakaan yang meningkat. Mereka mendesak agar jalur kendaraan berat dikembalikan ke rute awal di belakang permukiman.

"Sudah empat bulan berlalu. Kenapa baru ada kejadian (kecelakaan) baru mau diurus. Karena sudah ada kejadian, kami minta itu dialihkan ke belakang (jalur sebelumnya)," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kaltim Post juga masih berupaya menghubungi pihak perusahaan terkait persoalan tersebut, sekaligus menunggu pernyataan resmi dari Kepala Desa Sekerat. (*)

Editor : Ismet Rifani
#warga keluhkan truk perusahaan #Desa Sekerat Bengalon Kutai Timur