KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Beredar sebuah video yang memperlihatkan limpasan air di dalam wilayah konsesi PT Kaltim Prima Coal (KPC), Kamis (5/2) sore. Rekaman tersebut menjadi perhatian publik, bahkan menimbulkan dugaan bahwa sistem pengolahan air milik KPC mengalami kebocoran.
Kekhawatiran muncul karena limpasan air itu dikhawatirkan dapat memicu banjir di wilayah Sangatta, Kutai Timur (Kutim).
Dalam potongan video, terlihat aliran air menggenang di salah satu ruas jalan dalam area konsesi KPC, hingga membuat kendaraan angkutan karyawan sempat tertahan. Video lain menunjukkan sejumlah pekerja KPC mengerahkan alat berat untuk menangani aliran air yang terjadi.
Dikonfirmasi terkait hal ini, General Manager External Affairs & Sustainable Development (ESD) PT KPC, Wawan Setiawan menegaskan bahwa yang terjadi hanyalah overflow atau luapan air.
Menurut Wawan, kejadian seperti itu lazim terjadi di area pertambangan ketika turun hujan deras. Air, kata dia, akan mencari titik terendah hingga mengalir ke jalan.
“Dimana itu? Info tanggul itu dari mana? Jadi, di tambang itu kalau hujan besar kadang air mencari titik terendah. Jadi ada overflow di jalan. Isunya menghambat kepulangan karyawan,” jelas Wawan saat dikonfirmasi Jumat (6/2).
Ia memastikan kondisi tersebut telah ditangani. Namun, ia menyayangkan adanya karyawan yang menyebarkan video tanpa penjelasan lengkap hingga menimbulkan spekulasi di masyarakat.
“Soal video itu, di kami itu tidak ada tanggul. Yang ada itu embankment untuk pengelolaan air,” lanjutnya.
Ke depan, Wawan menyebut pihaknya akan mempertegas aturan internal agar karyawan tidak sembarangan menyebarkan video tanpa keterangan resmi.
“Makanya saya di internal ingin menegakkan (aturan). Jadi jangan sampai karyawan itu nge-video terus kirim,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kutim, Aji Wijaya Effendie mengatakan telah mengerahkan tim Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup untuk memeriksa kondisi di lapangan dan memastikan apakah limpasan air tersebut berkaitan dengan banjir.
“Saya sudah perintahkan pejabat pengawas dari tadi malam untuk check and recheck dengan kondisi banjir saat ini,” kata Aji.
Hingga kini pihaknya masih menunggu laporan resmi dari tim di lapangan. “Saya juga masih menunggu laporan dari pengawas kami,” tutupnya. (*)
Editor : Duito Susanto