Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Akses Jalan hingga Air Bersih Jadi PR Besar Pembangunan di Kongbeng Kutim

Jufriadi • Rabu, 11 Februari 2026 | 18:37 WIB

Camat Kongbeng, Petrus Ivung.
Camat Kongbeng, Petrus Ivung.
 

SANGATTA – Infrastruktur dasar di Kecamatan Konbeng, Kutai Timur (Kutim) masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.

Sejumlah fasilitas yang mestinya mendukung aktivitas warga sehari-hari belum berfungsi optimal, mulai dari akses jalan, air bersih, hingga layanan kesehatan.

Camat Kongbeng, Petrus Ivung menyebutk warga masih menghadapi kendala pada ruas penghubung Desa Suka Maju, Marga Mulia menuju Sri Pantun, Kongbeng Indah, dan Sidoarjo.

Jalan yang sebagian besar masih berupa tanah itu kerap sulit dilalui saat hujan. Masyarakat berharap perbaikan permanen segera direalisasikan agar distribusi hasil pertanian tidak terus terganggu.

Petrus menambahkan, kondisi serupa juga terjadi pada jalan tani di Desa Miau Baru. Jalur sepanjang sekitar tiga kilometer itu menjadi akses utama petani mengangkut panen dari area persawahan. Namun, hingga kini kualitas jalannya belum memadai.

“Kalau jalur sawah terhambat, otomatis petani kesulitan mengeluarkan hasil taninya,” katanya, Rabu (11/2).

Selain itu kata Petrus, kebutuhan air bersih juga masih jadi soal. Empat desa, di antaranya Suka Maju, Sidomulyo, Sri Pantun, dan Kongbeng Indah belum tersentuh layanan PDAM. Warga mengandalkan air sungai serta sumur bor. Beberapa titik SPAM yang sudah dibangun belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh penduduk.

“Karena lokasinya agak pelosok, desa-desa ini seperti terlewat dalam perencanaan air bersih,” ujarnya.

Bidang pendidikan pun belum sepenuhnya terpenuhi. Di Desa Miau Baru, ruang perpustakaan terpaksa disulap menjadi kelas karena keterbatasan ruang belajar. Sekolah mengusulkan penambahan ruang kelas, ruang guru, dan ruang kepala sekolah agar proses belajar berjalan normal.

Pelayanan kesehatan juga menghadapi tantangan. Puskesmas di kecamatan itu hanya memiliki satu dokter. Jumlah tenaga medis yang minim membuat pelayanan belum maksimal.

“Idealnya ada tambahan minimal dua dokter,” ujarnya.

Baca Juga: Perumda AUJ Diklaim Miliki Utang Rp948 Juta, Sasar lima Perusahaan

Petrus menyebut, pembangunan rumah sakit tipe D sebenarnya sudah direncanakan dan lahan seluas lebih dari dua hektare telah dihibahkan. Namun, rencana itu dialihkan ke kecamatan Muara Wahau.

Ia menegaskan pembangunan jalan, akses pertanian, dan penyediaan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak. “Kalau tiga sektor ini terpenuhi, mobilitas lancar, air bersih tersedia, dan petani mudah mengangkut hasil panen, ekonomi masyarakat pasti ikut bergerak,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#pdam #air bersih #Kecamatan Konbeng #Infrastruktur Dasar #kutai timur #jalan tani