Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kutim Buka Sekolah Lansia, Pendaftaran Tembus 189 Peserta

Jufriadi • Minggu, 15 Februari 2026 | 13:36 WIB

 

 

Lansia mengikuti sosialisasi program Sekolah Lansia yang digelar DPPKB Kutim di Sangatta Utara.   
Lansia mengikuti sosialisasi program Sekolah Lansia yang digelar DPPKB Kutim di Sangatta Utara.  

SANGATTA – Program Sekolah Lansia di Kutai Timur (Kutim) mulai dilaksanakan. Program yang dikelola Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim ini memasuki tahap pendaftaran sekaligus pembekalan awal bagi peserta di Sangatta Utara.

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi menyebut program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup warga usia lanjut. “Kami melaksanakan pendaftaran dengan sistem jemput bola langsung ke desa, kelurahan, hingga ke tingkat RT agar seluruh lansia terdata dengan baik,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Sampai pertengahan Februari, sebanyak 189 lansia tercatat mendaftar. DPPKB menetapkan target awal 200 peserta untuk gelombang perdana.

Mereka dibagi ke empat lokasi, Sekolah Lansia Sekar Kedaton di Desa Sangatta Utara (60 peserta), Sekar Melati di Desa Swarga Bara (50 peserta), Bina Sehat di Desa Singa Gembara (32 peserta), dan Mawar di Kelurahan Teluk Lingga (47 peserta).

Identifikasi peserta, skrining kesehatan, dan pembekalan telah digelar pada 11–13 Februari. Proses ini melibatkan Penyuluh KB serta tutor dari SPNF SKB Kutim. Menurut Junaidi, Sekolah Lansia disusun dengan kurikulum terarah.

Pemkab selanjutnya menyiapkan peluncuran resmi yang akan dirangkai dengan Pilot Project Nasional “Akademi Kolaborasi Penanganan Kemiskinan dan Stunting”. Program ini ikut masuk dalam proyek perubahan “Cap Jempol Stop Stunting” yang digarap DPPKB Kutim.

Untuk materi, berbagai tenaga ahli dilibatkan. Mulai pakar gizi, dokter gigi, spesialis penyakit dalam, psikolog, hingga tim pakar Golda. Tujuannya menjaga kondisi fisik dan mental peserta.

Pembinaan rohani juga dimasukkan dalam kurikulum, bekerja sama dengan tokoh agama dari Kementerian Agama Kutim. “Aspek spiritual juga menjadi bagian penting dalam kurikulum,” kata Junaidi.

Pendanaan kegiatan sepenuhnya berasal dari APBD Kutim 2026. Peserta tidak dikenai biaya. Program dijalankan dalam 12 kali pertemuan. Lansia yang hadir minimal 80 persen dijadwalkan mengikuti wisuda Lansia S1 (Standar Satu) dan menerima ijazah penyelesaian program. (*)

Editor : Sukri Sikki
#sekolah lansia #sosialisasi #sangatta utara #pemkab kutim #achmad junaidi