KALTIMPOST.ID-Pemkab Kutai Barat (Kubar) terus mendorong kelanjutan pembangunan Pelabuhan Royoq yang berlokasi di Kampung Sekolaq Oday, Kecamatan Sekolaq Darat.
Proyek yang mulai dibangun pada 2015 itu terhenti dan hingga kini belum difungsikan secara optimal.
Pelabuhan Royoq dinilai memiliki peran strategis dalam membuka akses transportasi sekaligus memperkuat konektivitas wilayah Kubar dengan daerah lain.
Proyek tersebut juga telah masuk dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN), sehingga memiliki dasar perencanaan dalam sistem kepelabuhanan nasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kubar Rita Nursandy mengatakan, apabila pembangunan dilanjutkan hingga tuntas, pelabuhan tersebut berpotensi menjadi sentral angkutan barang dan penumpang.
Keberadaannya diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD).
“Melalui Pelabuhan Royoq, distribusi kebutuhan logistik perusahaan perkebunan dan pertambangan dapat terakomodir,” ujarnya, Selasa (3/3).
Ia menjelaskan, pelabuhan tersebut juga dapat memfasilitasi pengiriman hasil perkebunan dan pertambangan, seperti crude palm oil (CPO) serta mobilisasi kendaraan dan alat berat.
Selain itu, keberadaan pelabuhan akan memperlancar distribusi kebutuhan pokok sandang dan pangan bagi masyarakat Kubar.
Dengan konektivitas yang lebih baik, biaya logistik diharapkan dapat ditekan dan waktu distribusi menjadi lebih efisien.
Pemkab Kubar menilai, optimalisasi Pelabuhan Royoq bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi bagian dari strategi memperkuat infrastruktur transportasi dan daya saing ekonomi daerah. (rd)
Editor : Romdani.