KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan lahan untuk pembangunan gudang penyimpanan Perum Bulog. Fasilitas ini direncanakan menjadi tempat penampungan hasil panen petani.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, mengatakan pembangunan gudang tersebut membutuhkan dukungan pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan lahan.
“Salah satu syarat utama dalam pembangunan gudang tersebut adalah hibah lahan dari pemerintah daerah kepada Bulog. Pemerintah Kabupaten Kutim telah menyiapkan lahan yang akan dihibahkan sebagai lokasi pembangunan gudang,” jelasnya Jumat (5/3).
Lahan yang disiapkan memiliki luas sekitar 4,7 hektare. Area tersebut masih memungkinkan untuk diperluas sekitar 1 hektare guna mendukung fasilitas tambahan.
Untuk tahap awal, kebutuhan pembangunan gudang berkapasitas sekitar 3.500 ton berikut fasilitas kantor diperkirakan memerlukan lahan sekitar 3 hektare.
Menurut Noviari, keberadaan gudang penyimpanan akan membantu pengelolaan hasil panen, terutama saat produksi meningkat pada musim panen. Tanpa fasilitas penyimpanan, hasil panen petani sering kali langsung masuk pasar dalam jumlah besar sehingga berpengaruh terhadap harga.
Ia menambahkan, saat ini pemerintah daerah masih menyelesaikan tahapan administrasi hibah lahan sebagai dasar bagi Bulog untuk memulai pembangunan.
“Pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk segera menyelesaikan proses administrasi hibah lahan agar proyek dapat segera memasuki tahap berikutnya,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dyah Ratnaningrum, menyampaikan luas lahan pertanian di Kutim saat ini sekitar 2.638 hektare.
Pada tahun ini, Kutim mendapatkan alokasi cetak sawah seluas 1.106 hektare dari Kementerian Pertanian (Kementan). "Pemerintah daerah juga telah mengusulkan tambahan 750 hektare cetak sawah baru melalui APBN tahun 2026 guna meningkatkan kapasitas produksi pangan,” terang Dyah.
Selain perluasan lahan, pemerintah daerah juga berupaya menjaga ketersediaan benih unggul bagi petani. “Pada periode 2023-2024, pemerintah daerah telah membangun enam unit penangkar bibit padi untuk memastikan ketersediaan benih unggul bagi para petani,” sebutnya.
Gudang penyimpanan tersebut nantinya akan melengkapi fasilitas pertanian yang sudah ada di Kutim, seperti Rice Processing Unit (RPU) serta fasilitas pengering gabah. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo