SANGATTA – Musibah kebakaran kembali melanda Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur (Kutim). Kebakaran hebat yang terjadi Kamis (26/3) lalu menghanguskan sedikitnya 85 rumah warga di Desa Batu Timbau. Total sebanyak 117 kepala keluarga atau 337 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kebakaran di wilayah tersebut. Pada 2025 lalu, kebakaran serupa juga terjadi dan menghanguskan 77 rumah warga. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyebut kejadian berulang ini menunjukkan kondisi permukiman di Batu Ampar perlu penataan ulang.
“Kejadian seprti ini sudah berulang dengan jumlah yang terbakar cukup besar. Memang itu sudah dalam kondisi luar biasa,” ujarnya, Senin (30/3). Pemkab Kutim, lanjutnya, telah meminta Asisten II untuk mengoordinasikan pemanfaatan dana tidak terduga guna penanganan dampak kebakaran. Dana tersebut difokuskan untuk membantu warga terdampak, termasuk kemungkinan pembangunan kembali rumah mereka.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Batu Ampar Hanguskan 75 Rumah, Awal Api Bikin Kaget Warga
“Semoga saja bisa digunakan dana itu untuk antisipasi yang terkena dampak. Misalnya membangun rumah mereka,” jelasnya. Selain itu, Pemkab juga mendorong percepatan kajian teknis penataan permukiman di Desa Batu Ampar. Bupati telah meminta camat segera menyurati pemerintah daerah agar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama instansi terkait melakukan kajian tersebut.
Ia menargetkan dalam waktu sepekan, rencana penanganan dan penataan kawasan tersebut sudah rampung untuk kemudian disampaikan hingga ke pemerintah pusat. Menurutnya, kondisi kawasan yang padat dengan akses jalan sempit menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak kebakaran dan menghambat proses pemadaman.
Terkait fasilitas pemadam kebakaran, Ardiansyah mengakui saat ini sudah tersedia, namun belum optimal dalam menghadapi kebakaran berskala besar. “Fasilitas sudah ada, tapi belum maksimal. Apinya besar, mobilnya cuma dua, jalan juga sempit, jadi penanganannya agak lambat,” pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki