SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) merespons positif rencana pembangunan bandara di Kawasan Perkotaan Baru (KPB) Maloy. Rencana tersebut diinisiasi oleh PT Indonesia Plantation Synergi (IPS).
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, hingga kini pihaknya belum menerima tembusan resmi terkait rencana tersebut. Namun demikian, pemerintah daerah tetap memberikan dukungan.
“Sampai saat ini belum ada tembusan rencana pembangunan ke Bupati. Tapi kami tetap merespon positif,” ucap Ardiansyah, Selasa (7/4).
Ia menyebut, usulan pembangunan bandara tersebut sebelumnya telah disampaikan pihak perusahaan kepada Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji.
Menurut Ardiansyah, kehadiran bandara di kawasan tersebut akan mendukung konektivitas, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy.
“Apalagi Gubernur mempersyaratkan bandara yang bisa untuk umum gitu. Tanpa lagi kami bikin gitu,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemkab Kutim saat ini juga tengah fokus pada penguatan infrastruktur transportasi, baik melalui pengembangan pelabuhan maupun bandara.
Program tersebut masuk dalam 50 program prioritas kepala daerah, termasuk percepatan operasional pelabuhan dan pembangunan Bandara Sangatta.
Selain itu, pemerintah daerah juga menjajaki pemanfaatan fasilitas bandara yang sudah ada. Salah satunya dengan mendorong PT Kaltim Prima Coal (KPC) agar membuka akses Bandara Tanjung Bara untuk penerbangan umum.
“Sementara ini, kami meminta KPC untuk membuka jalur umum untuk melayani masyarakat,” katanya. (*)
Editor : Ismet Rifani