KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Tiga komoditas pertanian di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai diarahkan untuk menembus pasar global. Komoditas tersebut yakni pisang, nanas, dan kakao yang dinilai memiliki potensi untuk bersaing di pasar global.
Langkah ini dilakukan dengan memanfaatkan terbukanya akses pasar internasional, mulai dari kawasan ASEAN, Asia, Eropa hingga Afrika. Peluang tersebut dinilai cukup luas bagi produk daerah, selama mampu memenuhi standar yang ditetapkan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih menyebut, pasar ekspor tidak menjadi kendala utama dalam pengembangan komoditas.
Baca Juga: Perahu Terbalik Dihantam Gelombang di Perairan Pantai Kenyamukan Kutim, Tiga Pemancing Selamat
Katanya, fokus saat ini lebih diarahkan pada kesiapan produk agar dapat diterima oleh buyer di luar negeri, baik dari sisi mutu maupun kelengkapan persyaratan.
“Tinggal kesiapan produk dan persyaratan buyer yang nanti akan diimplementasikan untuk produknya,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, Heni menekankan pentingnya kesiapan produk sejak hulu, mulai dari ketersediaan, pengelolaan pascapanen, hingga hilirisasi komoditas agar berjalan optimal.
Selain itu, pemerintah menyediakan fasilitas pendampingan melalui Export Center di Kalimantan Timur. Layanan ini membantu pelaku usaha dalam memahami peluang pasar sekaligus menyesuaikan standar ekspor.
Baca Juga: Pompa BBM SPBU Muara Wahau Meledak, Pelayanan Pertalite dan Pertamax Terganggu
“Programnya tidak hanya pendampingan, tapi juga pelatihan ekspor. Baik itu bagaimana mencari buyer, melakukan negosiasi pasar bahkan pendampingan ke lapangan,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan Export Center menjadi peluang tersendiri karena hanya dimiliki oleh sebagian kecil provinsi di Indonesia.
Dalam pengembangan awal, tiga komoditas diprioritaskan untuk didorong ke pasar internasional karena dinilai memiliki potensi yang cukup besar.
“Arahnya adalah pengembangan hilirisasi berbasis ekonomi kerakyatan. Bisa dilakukan seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan ekspor sangat bergantung pada konsistensi produksi dan kualitas barang yang dihasilkan.
“Dari segi produk hulunya, kapasitas bahan baku serta kontinuitas kesediaan tiga produk yang menjadi fokus ke depan untuk diwujudkan,” tambahnya.
Jika seluruh persyaratan tersebut dapat dipenuhi, peluang komoditas asal Kutim untuk bersaing di pasar global dinilai semakin terbuka. (*)
Editor : Duito Susanto