SANGATTA - Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur (Kutim), terjadi dalam dua hari terakhir. Kondisi ini dipicu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat dirasakan masyarakat setempat.
Sejak Rabu (15/4), kelangkaan mulai terlihat seiring langkanya penjualan BBM eceran oleh pengecer. Dampaknya, warga memilih mengantre di SPBU untuk mendapatkan bahan bakar.
Camat Kongbeng, Petrus Ivung, mengatakan puncak antrean terjadi di SPBU Desa Miau Baru pada Kamis (16/4). Namun, kondisi tersebut mulai berangsur membaik setelah adanya tambahan pasokan BBM pada Jumat (17/4).
"Tiba-tiba pengecer tidak ada yang jual mulai kemarin. Tapi tadi malam sudah mulai ada dan antrean SPBU mulai berangsur membaik per hari ini," ujar Petrus.
Menurut Petrus, kelangkaan BBM dipicu gangguan distribusi akibat insiden di SPBU Muara Wahau. Ledakan kecil disertai percikan api terjadi pada mesin pompa bahan bakar pada Rabu (15/4), yang sempat memicu kebakaran kecil dan menghambat pelayanan.
Selain itu, SPBU di SP 4 juga sempat tidak beroperasi karena kehabisan stok BBM. "Terjadi insiden di SPBU Wahau karena ada insiden, sehingga distribusi BBM ke masyarakat terganggu. Kalau di SP 4 itu karena memang tidak ada stok," jelasnya.
Baca Juga: Jelang Monev di Kutim, Komisi Informasi Ingatkan Soal Transparansi Pemerintah
Akibat kelangkaan tersebut, harga BBM di tingkat pengecer sempat melonjak di sejumlah desa di Kecamatan Kongbeng. Berdasarkan laporan kepala desa, harga BBM dijual mulai Rp18.000 hingga mencapai Rp30.000 per liter.
"Ini berdasarkan laporan dari kepala desa, karena dua kali rapat berturut-turut mengenai kelangkaan BBM ini," tuturnya.
Pemerintah kecamatan telah mengusulkan penambahan kuota BBM untuk wilayah Kongbeng melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan. Langkah ini diharapkan dapat mengantisipasi kelangkaan serupa di masa mendatang.
Editor : Muhammad Ridhuan