SANGATTA - Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kian memberatkan masyarakat. Di tingkat eceran, harga bahkan menembus Rp 30 ribu per liter, jauh di atas harga normal.
Kondisi ini dipicu tingginya konsumsi serta terbatasnya distribusi BBM di wilayah tersebut. Akibatnya, kelangkaan tak terhindarkan dan warga harus mengantre berjam-jam di SPBU demi mendapatkan harga resmi.
Seorang warga Muara Wahau, Adi Nugraha mengungkapkan perbedaan harga yang cukup mencolok antara SPBU dan pengecer. “Kalau di SPBU kami dapat harganya sekitar Rp 10 ribu. Tapi di eceran bisa Rp 20 sampai Rp 30 ribu per liter,” ujarnya.
Adi mengaku tidak mengetahui pasti penyebab utama lonjakan harga tersebut. Namun, menurutnya, panjangnya antrean dan jarangnya pasokan BBM ke SPBU menjadi faktor yang dimanfaatkan oleh pengecer untuk menaikkan harga.
Baca Juga: Mutasi Pejabat Pemkot Bontang Digelar Besok, Tunggu Detail Teknis di Lokasi
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kutim, Nora Ramadhani, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menambah suplai BBM ke wilayah dengan permintaan tinggi seperti Muara Wahau. “Kami terus mendorong penambahan distribusi, khususnya di daerah dengan konsumsi tinggi,” katanya.
Ia juga menegaskan pengawasan distribusi akan diperketat guna mencegah praktik pengetapan BBM yang dapat memperparah kelangkaan. “Kami sudah meminta SPBU tidak melayani pembeli yang terindikasi sebagai pengetap,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki