Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

KEK Maloy Belum Optimal, Bupati Kutim Minta Perusahaan Sawit Bangun Refinery

Jufriadi • Selasa, 21 April 2026 | 13:36 WIB
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman

KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meminta perusahaan sawit di daerah menyiapkan investasi pembangunan refinery di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy.

Permintaan itu muncul karena fasilitas hilirisasi sawit di Kutim dinilai belum berkembang, meski kawasan industri sudah tersedia.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, daerah sebenarnya sudah memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy sebagai kawasan strategis industri. Namun, pemanfaatannya untuk hilirisasi sawit dinilai belum berjalan optimal.

Baca Juga: Jelang ‎Aksi 21 April, Pemkab Kutim Sebut Belum Ada Pergerakan Massa dari Kutim

“Kita sudah punya kawasan ekonomi, tapi belum maksimal dimanfaatkan untuk hilirisasi sawit,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Kutim untuk mempercepat pengembangan industri turunan sawit di daerah. Salah satu langkah konkret yang didorong adalah pembangunan refinery oleh perusahaan-perusahaan sawit yang beroperasi di Kutim.

Ardiansyah bahkan meminta DPRD Kutim untuk bersurat ke pemerintah kabupaten untuk segera memanggil perusahaan sawit guna membahas kesiapan investasi tersebut, khususnya di KEK Maloy.

Refinery merupakan fasilitas pengolahan lanjutan yang memproses minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) menjadi produk turunan seperti minyak goreng, oleokimia, hingga bahan bakar nabati seperti biodiesel.

“Mudah-mudahan mereka (perusahaan sawit) ada yang siap bangun biodiesel dari sawit dan sebagainya,” katanya.

Baca Juga: Truk Angkut Tanah Tanpa Terpal Masih Marak di Sangatta, Warga Keluhkan Debu dan Jalan Licin

Ia menegaskan, penguatan hilirisasi sawit sejalan dengan arah kebijakan nasional. Pemerintah pusat, lanjutnya, menempatkan sawit sebagai salah satu komoditas strategis untuk mendukung ketahanan energi.

"Bapak Presiden mengatakan, tidak perlu lagi ragu. Sawit akan menjadi bagian komoditas utama untuk energi," imbuhnya.

Selain itu, situasi global juga menjadi pertimbangan penting. Menurut Ardiansyah, dinamika geopolitik seperti konflik internasional hingga gangguan jalur distribusi energi dunia turut memengaruhi kebutuhan energi nasional.

Pemkab Kutim berharap pembahasan dengan perusahaan sawit terkait pembangunan refinery di KEK Maloy dapat segera dilakukan dalam waktu dekat. (*)

Editor : Duito Susanto
#dprd kutim #ardiansyah sulaiman #pemkab kutim #hilirisasi sawit #kek maloy