KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Musyawarah Cabang (Muscab) VI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kutai Timur resmi digelar. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membenahi kekuatan partai di daerah.
Agenda yang berlangsung pada 23 hingga 25 April 2026 tersebut diharapkan mampu melahirkan kepengurusan baru yang siap menjawab berbagai tantangan.
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPP Kalimantan Timur menegaskan adanya pekerjaan rumah (PR) besar yang harus diselesaikan. Hal ini menyusul anjloknya perolehan kursi legislatif PPP di Kutim pada Pemilihan Legislatif 2024.
Baca Juga: Kukar Terancam Tanpa TC Jelang Porprov 2026, Dispora Siapkan Strategi Alternatif
Ketua DPW PPP Kaltim, Gamalis, menyebut penurunan dari sembilan kursi pada Pileg 2019 menjadi hanya empat kursi di Pileg 2024 sebagai sebuah anomali. Padahal, Kutai Timur selama ini dikenal sebagai basis kuat PPP.
“Memang Kutai Timur ini dari dulu merupakan basis garda terdepan PPP. Tapi sekarang terjadi anomali, dari sembilan kursi menjadi empat,” ujarnya usai membuka Muscab VI PPP Kutim di Sangatta, Kamis (23/4) malam.
Menurutnya, Muscab tidak boleh sekadar menjadi agenda rutin organisasi. Lebih dari itu, forum ini harus mampu melahirkan kepemimpinan yang bisa menjawab persoalan yang ada.
Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh dan konsolidasi hingga ke akar rumput sebagai langkah awal pemulihan kekuatan partai.
Baca Juga: Wakili Indonesia ke Manchester, Akbar Paudi Bluefin Siap Bertanding di Old Trafford
“Kepemimpinan ke depan, mari kita duduk bersama. Sebagai Ketua Cabang tentu akan memikirkan rumusan apa yang dilakukan. Dasarnya adalah evaluasi dan konsolidasi,” tegasnya.
Gamalis juga mengingatkan bahwa kekuatan partai tidak hanya bertumpu pada struktur inti, tetapi juga pada badan otonom. Menurutnya, kader di tingkat bawah saat ini menunggu arah dan langkah konkret dari hasil Muscab.
“Mereka menunggu. Kami harus berbuat seperti apa? Saya bilang, tunggu hasil Muscab ini. Siapapun yang terpilih harus didukung bersama,” katanya.
Ia berharap kepengurusan baru nantinya mampu merajut kembali soliditas internal serta mengembalikan kepercayaan basis pemilih. PPP di Kutai Timur dinilai masih memiliki potensi besar jika konsolidasi dilakukan secara serius dan berkelanjutan. (*)
Editor : Ery Supriyadi