SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menekankan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Hal itu disampaikan dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118, Rabu (20/5/2026).
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini berbeda dibanding masa perjuangan terdahulu. Menurutnya, perkembangan teknologi membawa peluang sekaligus tantangan yang perlu dihadapi dengan kesiapan sumber daya manusia.
“Kalau dulu perjuangan bangsa fokus melawan penjajahan secara fisik, sekarang tantangannya adalah bagaimana kita mampu menjaga generasi muda agar tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi dan informasi,” ujarnya.
Baca Juga: Berkali-kali Makan Korban, Penangkaran Buaya di Kutim Belum Juga Terealisasi
Ia menilai semangat kebangkitan nasional harus diwujudkan melalui peningkatan pendidikan, literasi digital, dan penguatan karakter generasi muda. Menurutnya, generasi muda Kutim perlu memiliki kemampuan dan daya saing agar mampu beradaptasi di era transformasi digital.
“Era digital membuka peluang besar, tetapi juga menghadirkan tantangan yang tidak ringan,” katanya.
Baca Juga: Fokus Benahi SDM dan Kepatuhan Regulasi, Dinas PUPR Kubar Gelar Forum Jasa Konstruksi 2026
Ardiansyah mengatakan perkembangan teknologi digital dapat menjadi peluang bagi kemajuan daerah apabila dimanfaatkan secara tepat. Namun, penggunaan teknologi yang tidak terkontrol juga dinilai berpotensi memberi dampak negatif bagi generasi muda.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan literasi digital di kalangan pelajar dan masyarakat. Edukasi terkait penggunaan media sosial secara sehat dan produktif disebut menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.
Selain itu, Ardiansyah menilai pembentukan karakter generasi muda membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga hingga masyarakat. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan secara parsial.
Ia juga menyebut tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, relevan dengan kondisi saat ini karena menempatkan generasi muda sebagai penentu masa depan bangsa.
“Kalau tunas bangsa kita jaga dengan baik, baik pendidikan, kesehatan maupun moralnya, maka masa depan daerah dan bangsa juga akan kuat,” ucapnya.
Pemkab Kutim, lanjut dia, akan terus mendukung program peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pengembangan kemampuan generasi muda agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. (*)
Editor : Sukri Sikki