KALTIMPOST.ID, SANGATTA - PT Pamapersada Nusantara Site KPCB mengukuhkan 179 peserta pelatihan operator alat berat dalam Wisuda Legacy Training Program PAMA Site KPCB di Gedung Serbaguna SMK Negeri 1 Bengalon, Kutai Timur (Kutim), Jumat (22/5).
Peserta yang diwisuda merupakan masyarakat yang berdomisili di Kecamatan Bengalon dan karyawan mitra kerja lokal yang telah menyelesaikan pelatihan peningkatan kompetensi operator alat berat HD-785. Wisuda tersebut mengusung tema “Warisan Kompetensi untuk Masa Depan Berkelanjutan”.
Manager Project PT Pama Persada Nusantara Site KPCB, Sigit Nugroho mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam pengembangan sumber daya manusia di sekitar wilayah operasional.
Baca Juga: Optimalisasi Bandara Uyang Lahai, Kutim Masih Terkendala Infrastruktur dan Biaya Operasional
Ia menyebut momentum wisuda itu juga bertepatan dengan berakhirnya masa tugas operasional proyek PAMA Site KPCB di Bengalon yang rampung pada 19 Mei 2026 kemarin. Menurutnya, perusahaan ingin meninggalkan warisan berupa peningkatan kompetensi sumber daya manusia lokal.
“Perusahaan tidak hanya dinilai dari kegiatan operasional semata, tetapi sejauh mana mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar wilayah operasional,” ujarnya.
Menurutnya, pelatihan dijalankan secara serius karena kompetensi operator alat berat berkaitan dengan keselamatan kerja. Karena itu, peserta harus memenuhi standar kemampuan sebelum dinyatakan lulus.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak di Sangkulirang Kutim Terungkap, Polisi Dalami Korban Lain
“Pelatihan ini dijalankan dengan sungguh-sungguh karena jika ada peserta yang belum kompeten tetapi tetap diluluskan, itu bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain saat bekerja,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menilai langkah perusahaan memberikan pembekalan kepada masyarakat lokal dalam mengakhiri operasional proyek sudah berjalan sesuai tanggung jawab perusahaan.
“Saya enggak terlalu banyak berkomentar karena ini sudah on the track. Bahwa ini tanggung jawab perusahaan. Jangan sampai mereka (karyawan) ini selesai begitu saja,” ujarnya.
Ia mengapresiasi program pelatihan operator alat berat yang diberikan kepada masyarakat Bengalon. Menurutnya, kompetensi tersebut dapat menjadi bekal bagi peserta untuk bekerja di sektor pertambangan maupun industri lainnya.
“Kita bersyukur mereka sudah expert. Ini sudah luar biasa untuk alat berat,” katanya.
Sigit menambahkan, perusahaan berharap lulusan program tersebut dapat memanfaatkan kompetensi yang diperoleh secara bertanggung jawab serta membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.
“Lulusan yang ada hari ini bukan sekadar peserta pelatihan, tetapi diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi dan sumber daya manusia yang kompeten di daerah,” tuturnya. (pms)
Editor : Duito Susanto