Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kakao Kutim Mulai Tembus Pasar Luar Daerah, Pengiriman Perdana Dijadwalkan Juni 2026

Jufriadi • Jumat, 29 Mei 2026 | 17:18 WIB
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman

SANGATTA – Di tengah dominasi sektor tambang dan perkebunan sawit, komoditas kakao asal Kutai Timur (Kutim) mulai menunjukkan geliat baru. Pada Juni 2026 mendatang, pelaku usaha kakao di Kecamatan Karangan dijadwalkan mengirim sebanyak 2 ton biji coklat ke Bandung.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan kabar tersebut menjadi perkembangan positif bagi usaha berbasis masyarakat di sektor pertanian dan perkebunan.

“Saya sudah dapat jawaban dari Kecamatan Karangan, usaha coklat insyaallah bulan Juni akan mengirim 2 ton biji coklat ke Bandung,” ujar Ardiansyah.

Ardiansyah menilai usaha kecil berbasis sumber daya lokal masih memiliki peluang besar untuk berkembang. Menurutnya, penguatan usaha padat karya dapat membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Saat ini kita punya peluang. Karena SDA kita selain tambang dan kebun sawit, selebihnya kita berikan kesempatan kepada usaha padat karya. Tidak perlu pengusaha dengan modal besar,” katanya.

Ia menilai dukungan pemerintah tidak cukup hanya pada produksi bahan mentah, tetapi juga perlu menyentuh pengolahan dan pendampingan usaha agar produk lokal memiliki nilai tambah.

Selain kakao, Ardiansyah menyebut komoditas pisang di Kutim sebenarnya juga cukup potensial. Namun, pengembangan produk turunannya dinilai masih belum berkembang maksimal.

“Pisang sudah oke, tapi turunannya masih belum,” jelasnya. Ia kemudian mencontohkan produk olahan pisang merek “Kalbana” yang sebelumnya pernah dipasarkan hingga luar negeri, namun kini tidak lagi berproduksi.

“Kemarin saya kaget, merek Kalbana yang kita kirim dulu sekarang terhenti. Kenapa? Karena tidak ada lagi yang mendampingi mereka,” tambahnya.

Menurut Ardiansyah, pendampingan menjadi salah satu persoalan penting yang perlu diperhatikan agar usaha lokal tidak berhenti setelah sempat berkembang.

Karena itu, ia meminta Dinas Pertanian menyiapkan langkah pembinaan dan pendampingan bagi pelaku usaha daerah agar produk unggulan Kutim mampu bertahan dan memperluas pasar.

“Saya yakin permintaan negara lain seperti dulu Kalbana kita ke Swedia, Singapura itu cukup banyak,” tutupnya. (*)

 

Editor : Ismet Rifani
#Kakao Kutim #pisang kutim #Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman