KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Memorandum internal PT Kaltim Prima Coal (KPC) terkait kecelakaan kerja fatal yang beredar luas di media sosial dipastikan bukan informasi palsu. Manajemen perusahaan mengonfirmasi insiden tersebut memang terjadi dan saat ini masih dalam proses investigasi.
General Manager External Affairs dan Sustainable Development (ESD) PT KPC, Wawan Setiawan, mengatakan informasi mengenai kecelakaan kerja yang tercantum dalam memo tersebut memang sesuai dengan kejadian yang terjadi di lapangan. "Jadi sudah benar informasinya, sama dengan memo yang bisa saya sampaikan," ujarnya.
Meski demikian, perusahaan masih menelusuri asal-usul penyebaran memorandum internal yang seharusnya hanya digunakan untuk kepentingan internal perusahaan. "Itu yang kami lagi cari tahu," katanya.
Baca Juga: Rupiah Makin Melemah, Purbaya Yakin Tekanan Akan Mereda dalam Beberapa Bulan ke Depan
Menurut Wawan, Memorandum itu menjelaskan kronologi kecelakaan kerja fatal yang mengakibatkan seorang pekerja meninggal dunia di area tambang saat menjalankan tugasnya. Selain itu ada juga, arahan kepada karyawan agar tidak memfoto maupun menyebarluaskan isi memo kepada pihak lain.
Terkait insiden tersebut, KPC menyatakan telah melakukan pendampingan kepada keluarga korban sejak awal kejadian hingga proses pemakaman. "Secara khusus manajemen sudah menyampaikan rasa duka kepada pihak korban dan tetap mendampingi sebagai bentuk tanggungjawab," tambahnya.
Sementara itu, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi. Perusahaan telah melaporkan kejadian tersebut kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba).
Baca Juga: Polda Kaltim Bongkar Home Industry Sabu di Balikpapan, Jaringan Masih Diburu
Tim Inspektur Tambang dijadwalkan melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Selama proses investigasi berlangsung, aktivitas kerja di area tempat kecelakaan terjadi dihentikan sementara.
Wawan mengatakan hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. Ia menambahkan peristiwa tersebut harus menjadi evaluasi bagi seluruh pihak dalam menjalankan pekerjaan. "Kejadian ini tentu harus menjadi pelajaran dalam bekerja," jelasnya.
Menurutnya, manajemen juga sedang melakukan evaluasi terhadap sistem keselamatan kerja menyusul terjadinya insiden fatal tersebut. "KPC sendiri memang harus melakukan review secara massif agar ke depan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena di tambang, keselamatan adalah yang utama," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo