SANGATTA – Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun asal Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dilaporkan hilang sejak Senin (1/6) sore. Hingga Selasa (2/6), aparat kepolisian masih terus melakukan pencarian dengan memeriksa sejumlah saksi dan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi terakhir korban terlihat.
Korban diketahui bernama Muhammad Royyan Prasetyo. Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, Royyan terakhir terlihat di kawasan Kampung Tator, Jalan Pasundan, Desa Singa Gembara, sekitar pukul 18.30 Wita. Korban diduga dibawa oleh seseorang yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
Baca Juga: Dua Nyawa Melayang di Area Tambang KPC dalam Lima Bulan, DPRD Kutim Desak Investigasi
Kasi Humas Polres Kutim, AIPTU Wahyu Winarko, mengatakan personel gabungan dari Polsek Sangatta Utara dan Polres Kutim telah bergerak melakukan pencarian sejak laporan diterima.
“Tim gabungan dari Polsek dan Polres sudah berada di lapangan dari kemarin menindaklanjuti kejadian,” ujarnya di Sangatta, Selasa (2/6).
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, memastikan seluruh sumber daya yang diperlukan telah dikerahkan untuk membantu proses pencarian korban.
“Mohon waktunya, tim sudah bergerak di lapangan. Semoga lebih lekas terungkap,” katanya.
Berdasarkan data kepolisian, Royyan memiliki tinggi badan sekitar 120 sentimeter dengan berat badan 24 kilogram. Ia berkulit gelap, berambut lurus hitam, dan memiliki ciri khas gigi depan yang ompong.
Baca Juga: Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kutim, Bupati Ingatkan Pancasila Jangan Hanya Jadi Pajangan
Saat terakhir terlihat, Royyan mengenakan kaos lengan pendek berwarna merah dan celana panjang hitam.
Polisi mengimbau masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan korban untuk segera melapor kepada pihak berwajib. Informasi sekecil apa pun dinilai dapat membantu mempercepat proses pencarian.
Warga yang memiliki informasi terkait keberadaan Muhammad Royyan Prasetyo dapat menghubungi pihak keluarga, Polsek Sangatta Utara, maupun kantor kepolisian terdekat. Hingga berita ini ditulis, proses pencarian masih terus berlangsung.
Editor : Muhammad Ridhuan