SANGATTA - Korban hanyut di Sungai Melenyu 2, Desa Muara Wahau, Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur (Kutim) ditemukan meninggal dunia pada Rabu (3/6). Jenazah Rifki (23) ditemukan Tim SAR Gabungan setelah tiga hari pencarian di aliran sungai tersebut.
Korban yang merupakan warga Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, ditemukan sekitar pukul 08.40 Wita. Lokasi penemuan berada sekitar 7,7 kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.
Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
Pencarian korban melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Pos SAR Kutim, Brimob Polda Kalimantan Timur, Polsek Muara Wahau, pihak perusahaan, keluarga korban, dan masyarakat setempat. Tim melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai sejak laporan kejadian diterima.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian korban. “Keberhasilan menemukan korban merupakan hasil kerja sama dan sinergi seluruh unsur yang terlibat,” ujar AKBP Fauzan Arianto.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (31/5) sekitar pukul 17.00 Wita. Saat itu korban bersama sejumlah rekannya tengah berenang di Sungai Melenyu 2.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban dan rekan-rekannya sempat menyeberangi sungai. Saat hendak kembali menuju tenda, korban diduga kelelahan akibat derasnya arus sungai hingga akhirnya tenggelam.
Rekan-rekan korban yang berada di lokasi sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun kuatnya arus sungai membuat upaya penyelamatan tidak berhasil.
Selama proses pencarian, tim gabungan menghadapi sejumlah kendala, di antaranya arus sungai yang deras dan kondisi medan yang cukup sulit. Meski demikian, pencarian terus dilakukan hingga korban akhirnya ditemukan.
AKBP Fauzan turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Muara Wahau IPTU Sumartono mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai maupun perairan terbuka yang memiliki arus cukup kuat.
"Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di perairan sekaligus menunjukkan kuatnya solidaritas berbagai pihak dalam menghadapi situasi darurat kemanusiaan," ujar IPTU Sumartono. (riz)
Editor : Muhammad Rizki