Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Permainan Tradisional Kembali Hidup, Warga Sangatta Antusias Bernostalgia di Kumpul Seru

Jufriadi • Minggu, 7 Juni 2026 | 08:52 WIB
Warga Sangatta antusias mengikuti berbagai permainan tradisional dalam kegiatan Kumpul Seru: Main Lagi di Lapangan Helipad Bukit Pelangi, Sangatta, Sabtu (6/6)
Warga Sangatta antusias mengikuti berbagai permainan tradisional dalam kegiatan Kumpul Seru: Main Lagi di Lapangan Helipad Bukit Pelangi, Sangatta, Sabtu (6/6).

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Suasana Lapangan Helipad Bukit Pelangi, Sangatta, Sabtu (6/6), tampak berbeda dari biasanya. Puluhan warga berlarian, tertawa, dan saling beradu strategi dalam berbagai permainan tradisional yang sempat populer pada era 1990-an hingga awal 2000-an.

Sebanyak 130 peserta dari berbagai kelompok usia ambil bagian dalam kegiatan bertajuk Kumpul Seru: Main Lagi. Kegiatan tersebut menjadi ajang nostalgia sekaligus ruang kebersamaan bagi masyarakat melalui permainan-permainan yang kini mulai jarang ditemui.

Tawa dan sorak-sorai terdengar hampir sepanjang acara. Beberapa peserta bahkan terjatuh saat bermain benteng maupun gobak sodor. Namun, hal itu justru menambah kemeriahan suasana.

Baca Juga: Cek Tanggalnya! Operasi Patuh 2026 di Samarinda Siap Digelar, Ini Target Utamanya

Tak sedikit peserta mengaku kembali mengenang masa kecil mereka setelah bertahun-tahun tidak memainkan permainan tradisional tersebut.

Beragam permainan dihadirkan dalam kegiatan itu, mulai dari kasti, gobak sodor, benteng, kelereng, hingga lompat tali. Permainan-permainan yang perlahan tergeser oleh gawai dan hiburan digital itu kembali dimainkan bersama di ruang terbuka.

Koordinator kegiatan, Wily Christian, mengatakan antusiasme masyarakat pada seri kedua Kumpul Seru melampaui ekspektasi panitia.

“Untuk seri kedua ini pesertanya tembus 130 orang. Game yang dimainkan fokus pada permainan tradisional masa kecil seperti kasti, gobak sodor, benteng, kelereng, lompat tali, dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Ajang ini mengajak masyarakat lintas generasi bernostalgia melalui permainan masa kecil seperti gobak sodor, benteng, kasti, kelereng, dan lompat tali.
Ajang ini mengajak masyarakat lintas generasi bernostalgia melalui permainan masa kecil seperti gobak sodor, benteng, kasti, kelereng, dan lompat tali.

 

Menurut Wily, kegiatan tersebut tidak hanya menarik minat generasi milenial. Peserta dari generasi Z hingga kelompok usia yang lebih tua juga turut berpartisipasi.

“Ini luar biasa karena ada tiga lintas generasi yang ikut dalam event Kumpul Seru,” katanya.

Melihat tingginya animo masyarakat, pihak penyelenggara berencana menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin bulanan. Mereka juga telah membentuk komunitas bernama Kumpul Seru sebagai wadah untuk terus menggelar kegiatan serupa.

Baca Juga: Kai Ku Pernah ke Neraka

“Kami ingin game-game tradisional ini tidak mati ditelan zaman. Kami ingin menjaga dan melestarikan permainan masa kecil,” jelasnya.

Wily menambahkan, respons masyarakat sejauh ini sangat positif. Bahkan, sejumlah institusi mulai menawarkan kerja sama untuk mengembangkan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Kumpul Seru bukan sekadar ajang bermain, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk sejenak melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

“Khususnya teman-teman milenial yang sekarang sudah berkeluarga, bekerja, dan punya banyak aktivitas. Kami ingin mengajak mereka bernostalgia dan kembali merasakan keseruan permainan masa kecil,” pungkasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#Kumpul Seru #gobak sodor #nostalgia #sangatta #permainan tradisional