Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

12 SPPG MBG di Samarinda Masih Disuspensi, IPAL Belum Sesuai Standar Jadi Penyebab Utama

M Hafiz Alfaruqi • Rabu, 17 Juni 2026 | 20:41 WIB
Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Bidang P2KLH DLH Samarinda, Yudi Sulistiyanto. HAFIZ/KP
Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Bidang P2KLH DLH Samarinda, Yudi Sulistiyanto. HAFIZ/KP

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Penghentian sementara operasional 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Samarinda masih berlanjut.

Hingga pertengahan Juni, seluruh SPPG yang disuspensi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) masih menjalani proses pembenahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Yudi Sulistiyanto mengatakan, proses perbaikan IPAL masih berlangsung dan belum ada SPPG yang dinyatakan selesai melakukan pembenahan.

"Saat ini SPPG yang disuspensi masih dalam tahap perbaikan IPAL. Belum ada yang selesai karena masih terkendala pengadaan dari pihak mitra," ujarnya, Rabu (17/6).

Baca Juga: Kakao Fermentasi Kutim Mulai Tembus Pasar Luar Daerah, Dua Ton Dikirim ke Bandung

Menurut Yudi, masa penghentian operasional bervariasi, mulai satu bulan hingga lebih lama, tergantung tingkat pelanggaran dan hasil evaluasi dari BGN. Karena itu, pihak pengelola diminta segera memenuhi seluruh persyaratan teknis yang telah ditetapkan.

Ia menjelaskan, DLH berfokus pada aspek pengelolaan limbah. Karena itu, pihaknya menekankan pentingnya pengelolaan IPAL yang baik, terutama penggunaan grease trap atau perangkap lemak pada dapur SPPG.

Yudi menegaskan, keberadaan grease trap (perangkap lemak) sangat penting untuk mencegah minyak dan lemak masuk ke sistem IPAL. Jika minyak bercampur ke dalam instalasi, proses pengolahan limbah dapat terganggu karena bakteri pengurai yang bekerja di dalam IPAL akan mati.

"Kami meminta pengelola fokus pada fungsi grease trap. Kalau minyak masuk ke IPAL, bakteri pengurainya bisa mati sehingga instalasi tidak berfungsi optimal," tegasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#IPAL SPPG #pengelolaan limbah Samarinda #program Makan Bergizi Gratis #SPPG Samarinda #dlh samarinda