Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sudah Punya Produk Berkualitas, UMKM Kutim Masih Terkendala Modal dan Pemasaran

Jufriadi • Selasa, 23 Juni 2026 | 13:38 WIB
Marhadyn
Marhadyn

KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kutai Timur dinilai cukup besar. Namun, pengembangannya masih terhambat oleh dua persoalan klasik, yakni keterbatasan permodalan dan akses pemasaran yang belum luas.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutim Marhadyn mengatakan, banyak pelaku usaha sebenarnya telah menghasilkan produk yang memiliki daya saing. Sayangnya, keterbatasan modal membuat mereka belum mampu meningkatkan kapasitas produksi maupun memperluas usahanya.

“Banyak UMKM kita memiliki produk yang bagus dan layak bersaing. Namun karena modalnya terbatas, mereka belum mampu melakukan pengembangan usaha secara maksimal,” ujarnya.

Baca Juga: SPMB SMA/SMK Kaltim Berpotensi Diperpanjang, Panitia Tunggu Keputusan Dinas Pendidikan

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar UMKM masih bertahan pada skala usaha yang sama selama bertahun-tahun. Padahal, sektor ini memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja.

Karena itu, Diskop UMKM Kutim terus memperkuat program pendampingan bagi pelaku usaha. Pendampingan tidak hanya menyasar peningkatan kualitas produk, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan agar lebih mudah memperoleh akses pembiayaan.

Marhadyn menyebut, masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami prosedur memperoleh modal melalui lembaga keuangan formal.

“Kami memberikan pendampingan dan literasi keuangan agar UMKM bisa lebih mudah mengakses perbankan, koperasi maupun sumber pembiayaan lainnya,” katanya.

Baca Juga: Debut di Pentas Nasional, Tim Sepak Bola Putri Usia Dini Samarinda Ditantang Tiga Kekuatan Jawa

Selain modal, perluasan pasar juga menjadi tantangan yang harus diselesaikan. Banyak produk lokal dinilai memiliki kualitas baik, tetapi belum didukung jaringan pemasaran yang mampu menjangkau konsumen lebih luas.

Pemerintah daerah pun berupaya membuka peluang promosi dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli maupun mitra bisnis agar produk lokal semakin dikenal.

Marhadyn mencontohkan amplang khas Kutim sebagai salah satu produk yang memiliki peluang besar menembus pasar nasional hingga ekspor.

"Yang perlu kita dorong sekarang adalah bagaimana membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk peluang ekspor,” ungkapnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#Dinas Koperasi dan UMKM #kutai timur #produk umkm #pemkab kutim #pelaku umkm