KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Memasuki usia lanjut tak lagi identik dengan berdiam diri di rumah. Di Kutai Timur (Kutim), para lansia kini memiliki ruang belajar untuk tetap sehat, mandiri, dan produktif melalui Program Sekolah Lansia yang digagas Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim.
Sebanyak 200 lansia dari berbagai wilayah di Kutim telah tercatat sebagai peserta angkatan pertama. Mereka akan mengikuti 12 kali pertemuan yang digelar setiap bulan dengan materi seputar kesehatan, penguatan kemandirian, hingga kegiatan pemberdayaan.
Baca Juga: Dana KONI Mahulu Belum Cair, Disparpora Kaji Skema Hibah atau Swakelola Jelang Porprov Kaltim
Program tersebut resmi diluncurkan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Senin (29/6).
Ardiansyah menjelaskan, selama ini pembinaan bagi lansia memang telah dilakukan melalui Posyandu. Namun, Sekolah Lansia memberikan pendekatan yang lebih terarah karena dilengkapi kurikulum pembelajaran.
"Harapannya satu hal, ini tetap memberikan rasa percaya diri kepada lansia bahwa mereka juga bisa mendayakan dirinya dengan baik," ujarnya.
Baca Juga: Wagub Kaltim Ungkap Penyebab Listrik Padam Bergilir 3 Jam
Menurut Ardiansyah, meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Kutai Timur menjadi alasan penting menghadirkan program tersebut. Berdasarkan data 2025, angka harapan hidup masyarakat Kutim mencapai 74,87 tahun atau mendekati 75 tahun.
Ia menilai, lansia yang sehat dan aktif tetap dapat berperan di tengah keluarga maupun lingkungan sosial.
"Lansia adalah warga yang harus kita berikan penghargaan karena sekian tahun mereka mendidik putra-putrinya," katanya.
Pelaksanaan Sekolah Lansia nantinya akan memanfaatkan bangunan Posyandu maupun fasilitas milik desa sebagai lokasi kegiatan, sehingga pembinaan dapat menjangkau lebih banyak peserta di berbagai kecamatan. (*)
Editor : Duito Susanto