KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Ribuan siswa baru jenjang PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) belum dapat membawa pulang seragam gratis saat memulai tahun ajaran 2026/2027. Program bantuan tersebut dipastikan tetap berjalan, namun penyalurannya mundur karena proses pengadaan baru dimulai setelah pergeseran APBD 2026 rampung.
Baca Juga: Job Market Fair Balikpapan Dibuka! Lowongan Sales, Mekanik, dan Pramuniaga Paling Banyak
Akibat kondisi itu, peserta didik baru harus menunggu hingga proses lelang selesai sebelum seragam didistribusikan ke sekolah-sekolah. Pemerintah kabupaten memperkirakan paket bantuan baru tersedia sekitar September mendatang.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan, mundurnya penyaluran bantuan bukan karena program dihentikan, melainkan imbas keterlambatan penyelesaian pergeseran anggaran. Dampaknya, seluruh tahapan pengadaan ikut bergeser.
“Akibat pergeseran anggaran yang baru selesai akhir Juni lalu, pengadaan barang menjadi terlambat, sehingga baru bisa memperlihatkan sampelnya saja,” ujar Mahyunadi.
Baca Juga: Polres Paser Musnahkan Sabu dan Ringkus Dua Terduga Pengedar dalam Operasi Antik Mahakam 2026
Ia menjelaskan, setelah anggaran tersedia, pemerintah masih wajib menjalankan proses lelang sesuai aturan. Karena itu, bantuan tidak memungkinkan disalurkan bersamaan dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar.
Menurut Mahyunadi, kejadian tersebut menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menyusun APBD. Ia meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) lebih cermat agar program yang menyentuh masyarakat tidak lagi tertunda.
“Saya sudah pesan ke TAPD, untuk tahun-tahun berikutnya tidak boleh lagi ada pergeseran anggaran. Penghitungan APBD harus cermat sejak awal tahun sebelumnya,” tegasnya.
Ia menargetkan seluruh program pemerintah sudah berjalan pada awal tahun anggaran sehingga kebutuhan siswa baru dapat dipenuhi sebelum masuk sekolah.
“Saya targetkan bulan Februari semua kegiatan dan proyek sudah harus berjalan, sehingga saat tahun ajaran baru dimulai, semua seragam gratis sudah terdistribusi rapi ke tangan anak-anak kita,” lanjutnya.
Baca Juga: 35 Calon Mahasiswa Bersaing Perebutkan 15 Beasiswa Penuh Pemkab Paser di Politeknik KP Sidoarjo
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim Mulyono menjelaskan keterlambatan juga dipengaruhi proses pendataan peserta didik baru. Data tersebut diperlukan agar ukuran seragam yang dipesan sesuai dengan kondisi masing-masing siswa.
“Ada dua alasan mendasar. Pertama, kami harus menunggu data final penerimaan siswa baru agar ukuran pakaian yang dipesan nanti sesuai dan tidak keliru. Kedua, proses anggaran kita baru selesai melewati masa pergeseran di akhir Juni lalu, sehingga proses lelang pengadaan baru bisa berjalan di bulan Juli ini,” terang Mulyono.
Disdikbud tetap mengalokasikan bantuan berupa empat setel seragam, yakni seragam nasional, pramuka, olahraga, dan batik. Selain itu, siswa juga akan menerima sepatu, tas sekolah, serta perlengkapan alat tulis.
Apabila proses pengadaan berjalan sesuai jadwal, bantuan diperkirakan mulai diterima pemerintah daerah pada September sebelum kemudian disalurkan ke seluruh sekolah di Kutim.
“Jika lelang berjalan bulan ini, barang diperkirakan tiba pada September mendatang,” katanya. Saat ini, Disdikbud Kutim membina 92.702 peserta didik di 702 satuan pendidikan yang didukung sekitar 7.900 tenaga pendidik.(*)
Editor : Sukri Sikki