SANGATTA - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim) akan menutup sementara akses Jembatan Projasam 1 di KM 102 ruas Simpang Perdau–Tepian Langsat, Bengalon, Kutai Timur (Kutim), pada Senin (20/7). Penutupan dilakukan untuk mendukung pekerjaan perbaikan plat lantai jembatan yang telah mengalami kerusakan akibat faktor usia.
Penutupan dimulai pukul 19.00 Wita hingga Selasa (21/7) pukul 08.00 Wita. Selama pekerjaan berlangsung, kendaraan roda enam ke atas dialihkan melalui jalur Sangatta–Rantau Pulung lewat Simpang Kabo. Sementara kendaraan roda empat atau lebih kecil masih diperbolehkan melintas dengan kecepatan maksimal 10 kilometer per jam.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 BBPJN Kaltim Muhammad Saleh mengatakan, perbaikan difokuskan pada plat lantai jembatan yang kondisinya telah keropos. Menurutnya, Jembatan Projasam 1 dibangun pada 1992 sehingga usianya kini telah melampaui tiga dekade.
"Pengerjaannya perbaikan lantai jembatan, karena jembatan itu memang lantainya sudah keropos. Jembatan itu dibuat di tahun 1992," ujarnya saat dihubungi Rabu (15/7). Ia menjelaskan, perbaikan dilakukan menggunakan metode pengecoran beton fast track yang membutuhkan waktu sekitar delapan jam hingga dapat dibuka kembali untuk lalu lintas.
"Kami melakukan pengecoran dengan beton fast track. Diharapkan itu di 8 jam bisa open traffic lagi," katanya. Menurut Saleh, penutupan harus dilakukan karena lebar jembatan hanya lebih lima meter sehingga tidak memungkinkan dilakukan sambil tetap melayani lalu lintas dua arah.
"Jadi memang tidak bisa dilalui kalau dilakukan perbaikan," jelasnya. Perbaikan tersebut merupakan bagian dari paket preservasi ruas Simpang Perdau–Batu Ampar tahun anggaran 2026. Meski proses pengecoran ditargetkan selesai pada malam hari, jembatan tetap ditutup hingga Selasa pagi agar beton mencapai kekuatan awal sebelum dilalui kendaraan.
"Beton itu butuh waktu, tidak bisa langsung dilalui seperti aspal. Rencananya sampai jam 08.00 pagi sudah bisa dilalui, cuma kami juga akan jaga-jaga, mungkin sebagian masih kami tutup pakai plat," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki