SANGATTA – Misteri kematian seorang pelajar yang ditemukan tergeletak di tepi Jalan Loging, Desa Tanjung Labu, Kecamatan Rantau Pulung, Kutai Timur (Kutim), akhirnya terungkap. Korban ternyata meninggal akibat tersenggol alat panen kelapa sawit (dodos) yang dibawa seorang pengendara motor.
Peristiwa yang sempat memunculkan dugaan tindak kriminal itu berhasil diungkap Polsek Rantau Pulung bersama Tim Macan Polres Kutim dalam waktu kurang dari 24 jam.
Kapolsek Rantau Pulung IPTU Samuel Tarihoran mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 14.30 Wita pada Jumat (17/7). Saat ditemukan, korban tergeletak di pinggir jalan dengan sepeda motor masih dalam keadaan menyala.
"Mendapat laporan itu, anggota langsung menuju lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan awal ditemukan luka robek pada bagian leher korban," ujarnya, Minggu (19/7).
Baca Juga: Kasus Pencurian di Kutim Berujung Dugaan Kekerasan Seksual, Suami Diikat dan Dipaksa Menonton
Polisi kemudian melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang pria berinisial S.
Dari keterangan saksi diketahui, S saat itu melintas menggunakan sepeda motor sambil membawa dodos dan angkong usai bekerja di kebun sawit. Dodos merupakan alat panen berbentuk tombak dengan ujung besi tajam yang digunakan untuk memotong pelepah dan tandan buah sawit.
Pemeriksaan menunjukkan tersangka membawa dodos di bahu kiri tanpa pelindung. Saat korban melaju dari arah belakang, diduga terjadi senggolan antara sepeda motor korban dengan ujung dodos tersebut.
Akibat benturan itu, ujung besi tajam mengenai leher korban. Meski sempat terus melaju, korban akhirnya terjatuh beberapa puluh meter dari lokasi kejadian dan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.
Menurut IPTU Samuel, tersangka mengaku sempat melihat korban berhenti dan turun dari sepeda motornya. Namun karena panik, ia memilih pulang ke rumah.
Keesokan harinya, saat polisi bersiap melakukan penangkapan, tersangka justru datang sendiri ke Polsek Rantau Pulung bersama menantunya untuk menyerahkan diri.
"Saat anggota hendak melakukan penangkapan pada pagi hari, yang bersangkutan justru datang ke Polsek bersama menantunya dan menyerahkan diri," katanya.
Polisi kemudian menetapkan S sebagai tersangka atas dugaan kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk dodos yang digunakan saat kejadian.
Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membawa peralatan kerja di jalan umum.
"Pastikan alat kerja yang dibawa aman dan tidak membahayakan orang lain. Keselamatan harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang," tegasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan