Tembus Rp20 Triliun, Kutim Jadi Daerah dengan Investasi Terbesar Kedua di Kaltim

Jufriadi • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 12:16 WIB
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. (Jufriad/KP)

 

 
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. (Jufriad/KP)    

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Realisasi investasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sepanjang 2025 mencapai Rp20,007 triliun. Nilai tersebut melampaui target awal yang ditetapkan sebesar Rp12,5 triliun.

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim menunjukkan capaian tersebut menempatkan Kutim sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar kedua di Kalimantan Timur setelah Balikpapan.

Baca Juga: Samarinda Jadi Penyumbang Terbesar Perjalanan Wisnus Kaltim pada Mei 2026

Meski demikian, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menilai angka tersebut masih berpotensi bertambah apabila seluruh pelaku usaha melaporkan kegiatan investasinya secara rutin dan tepat waktu.

“Kalau mereka (pelaku usaha) lebih maksimal lagi melaporkan kegiatan investasi itu, maka kita punya data yang lebih akurat lagi. Rp20 triliun itu data yang memang sudah terlapor. Mungkin masih ada lagi yang belum terlaporkan,” ujar Ardiansyah, usai membuka Sosialisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), Senin (20/7).

Baca Juga: Transaksi Sabu di Depan Musala, Pria di Sangkulirang Tak Berkutik Diciduk Polisi

Menurut Ardiansyah, pelaporan investasi secara berkala menjadi salah satu faktor penting untuk menggambarkan kondisi investasi yang sebenarnya di daerah. Karena itu, pemerintah daerah mendorong peningkatan kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan LKPM.

Ia mengatakan DPMPTSP tengah memperkuat upaya pendampingan kepada pelaku usaha, termasuk melalui penyederhanaan sistem pelaporan.

“Di sosialisasi ini mmungkinDPTSP akan menerapkan aplikasi yang lebih mudah lagi bagi para pelaku usaha. Kemudian ada pendampingan dan menyesuaikan dengan regulasi yang ada,” katanya.

Baca Juga: DPUPR PPU Genjot Sertifikasi Pekerja Konstruksi, Bekal Modal Kerja hingga Buka Peluang Fresh Graduate

Sementara itu, untuk 2026, Kutim mendapat target investasi sebesar Rp18,427 triliun. Hingga triwulan I 2026, realisasi investasi tercatat Rp3,18 triliun atau sekitar 17,28 persen dari target tersebut.

Ardiansyah menilai capaian pada awal tahun masih sejalan dengan pola investasi yang umumnya meningkat pada semester kedua, saat belanja modal mulai terealisasi lebih besar.

Ardiansyah optimistis target investasi tahun ini dapat tercapai. Menurut dia, Kutim masih memiliki daya tarik yang kuat bagi investor karena ditopang berbagai potensi sumber daya dan peluang usaha.

“Saya berharap dan yakin Kutai Timur ini memiliki keunggulan komparatif yang luar biasa yang memungkinkan setiap pelaku usaha lebih maksimal menjalankan usahanya,” tuturnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
ardiansyah sulaiman investasi kutai timur