Kutim Kejar Target Investasi Rp 18,4 Triliun pada 2026, Realisasi Baru Mencapai 17,28 Persen

Jufriadi • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50 WIB
Kepala DPMPTSP Kutim, Novian Prananta
Kepala DPMPTSP Kutim, Novian Prananta

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengejar target investasi 2026 yang dipatok sebesar Rp 18,427 triliun. Hingga triwulan I, realisasi investasi yang tercatat baru mencapai Rp 3,18 triliun atau sekitar 17,28 persen.

Meski masih di bawah seperlima target, capaian itu dinilai masih sesuai pola investasi yang umumnya terjadi setiap tahun. Pada awal tahun, aktivitas investasi lebih banyak difokuskan pada persiapan administratif, pengurusan perizinan, hingga mobilisasi sumber daya.

Baca Juga: Kerusakan PLTS Komunal Pulau Miang Akhirnya Terjawab, Ternyata karena Hal Ini  

Sementara realisasi belanja modal dalam jumlah besar biasanya mulai meningkat pada semester kedua ketika proyek memasuki tahap konstruksi maupun pengembangan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim Novian Prananta mengatakan pihaknya tetap optimistis target investasi tahun ini dapat tercapai.

Menurut dia, sejumlah perkembangan investasi pada triwulan kedua mulai terlihat meski belum seluruhnya diumumkan secara resmi oleh perusahaan.

Baca Juga: Kabur Sebulan Lebih, Pencuri Motor di Rantau Pulung Kutim Akhirnya Ditangkap

“Kami optimis mencapai target. Sebenarnya kami dapat membuka data triwulan kedua ini tapi karena dari perusahaan belum rilis resmi jadi kami tidak dapat mengumumkannya,” ujarnya.

Optimisme tersebut berkaca pada capaian investasi tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, realisasi investasi di Kutim mencapai Rp 20,007 triliun atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 12,5 triliun.

Capaian tersebut menempatkan Kutim sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar kedua di Kalimantan Timur setelah Balikpapan. Kontribusi investasi dari Kutim juga menjadi salah satu penopang target investasi Provinsi Kalimantan Timur yang ditetapkan sebesar Rp 76,06 triliun.

Menurut Novian, salah satu faktor penting dalam pencatatan realisasi investasi adalah kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

Karena itu, DPMPTSP Kutim terus mendorong pelaku usaha untuk menyampaikan laporan secara berkala. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan kepada perusahaan yang beroperasi di Kutim.

“Kami akan terus mendampingi pelaku-pelaku usaha ini untuk melaporkan kegiatan mereka secara aktif,” ucapnya.

Target investasi Kutim tahun 2026 sebesar Rp 18,427 triliun ditetapkan dengan mempertimbangkan tren pertumbuhan investasi dalam beberapa tahun terakhir. (*)

Editor : Duito Susanto
Belanja Modal target investasi DPMPTSP Kutim penanaman modal kutai timur