KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Bandara Tanjung Bara milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Kutai Timur (Kutim) mulai melayani penerbangan bagi penumpang umum. Layanan penerbangan tersedia untuk rute Sangatta–Balikpapan maupun sebaliknya.
Saat ini, penerbangan reguler melayani penumpang umum setiap Selasa, Rabu, dan Kamis. Sementara pada Senin, Jumat, Sabtu, dan Minggu, layanan penerbangan tetap dapat digunakan masyarakat dengan menyesuaikan jadwal atau shift operasional yang tersedia.
Baca Juga: Bupati Mahulu Akui Mandatory Spending Pendidikan 20 Persen Masih Jadi Tantangan
Pengoperasian penerbangan umum tersebut merupakan hasil kerja sama antara PT KPC dengan Pemerintah Kutim melalui Dinas Perhubungan.
Ardiansyah Sulaiman mengatakan keberadaan fasilitas transportasi udara menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung aktivitas usaha dan investasi di daerah.
"Ini salah satu sarana untuk memberikan peluang dalam rangka investasi dunia usaha dan lain-lain di antaranya adalah fasilitas transportasi udara," ujarnya, Rabu (22/7).
Baca Juga: APBD 2027 Diprediksi Tak Jauh Berbeda, Wali Kota Andi Harun Minta OPD Fokus Selesaikan Masalah
Menurutnya, pembukaan akses penerbangan umum melalui Bandara Tanjung Bara diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat maupun pelaku usaha yang beraktivitas di Kutim.
"Saya mendapat banyak masukan atau permohonan dari beberapa pelaku usaha, terutama di bidang perkebunan dan pertambangan," katanya.
Baca Juga: Sawit Tak Cukup Dipanen, Hilirisasi Jadi Jalan Dongkrak Nilai Ekonomi
Selain melayani penerbangan umum, PT KPC juga disebut tengah melakukan kajian terkait pengembangan Bandara Tanjung Bara. Kajian tersebut melibatkan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kajian mencakup rencana perpanjangan dan pelebaran landasan pacu (runway), serta pengembangan terminal. Pengembangan itu ditujukan agar bandara dapat melayani pesawat berkapasitas sekitar 30 hingga 40 penumpang dan membuka peluang penambahan rute penerbangan.
"Apabila pengembangan ini terealisasi, maka aksesibilitas Kutai Timur akan semakin baik dan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan minat investor," katanya.
Baca Juga: Bupati Mahulu Ajak Masyarakat Hibahkan Lahan, Targetkan TK Negeri Baru Dibangun Tahun Depan
Ardiansyah juga menjelaskan penumpang tidak dapat langsung menuju Bandara Tanjung Bara menggunakan kendaraan pribadi. Akses menuju bandara dilakukan melalui terminal transit yang dikelola Dinas Perhubungan.
"Jadi tidak boleh bawa kendaraan langsung masuk ke Bandara Tanjung Bara. Cukup ke Dinas Perhubungan," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki