Pemotor Tewas Usai Tabrak Truk Mogok di Jalan Poros Sangatta–Bontang, Diduga Tak Melihat karena Kabut

Jufriadi • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 20:33 WIB
KECELAKAAN: Lokasi kecelakaan di Jalan Poros Sangatta–Bontang Kilometer 24, Sangatta Selatan, Sabtu (1/8). Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah menabrak truk yang mogok di badan jalan. IST/KP
KECELAKAAN: Lokasi kecelakaan di Jalan Poros Sangatta–Bontang Kilometer 24, Sangatta Selatan, Sabtu (1/8). Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah menabrak truk yang mogok di badan jalan. IST/KP

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Kecelakaan lalu lintas kembali merenggut korban jiwa di Jalan Poros Sangatta–Bontang. Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah menabrak truk yang sedang mogok di Kilometer 24, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur (Kutim) Sabtu (1/8) sekitar pukul 05.30 Wita.

Korban berinisial DA mengendarai Honda Beat dari arah Bontang menuju Sangatta. Saat melintas di lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarainya menghantam bagian belakang truk traktor head Mercedes-Benz yang berhenti di badan jalan karena mengalami kerusakan.

Akibat benturan keras tersebut, korban mengalami luka berat pada bagian wajah dan mulut. Korban sempat dievakuasi ke RSUD Kudungga Sangatta untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Baca Juga: Iim Rahman, Lanjutkan Pengabdian ke Masyarakat dari Guru ke Kursi DPR

Kasatlantas Polres Kutim AKP Rezky Nur Harismeihendra mengatakan hasil penyelidikan awal, truk yang dikemudikan MI sebelumnya mengalami breakdown saat dalam perjalanan menuju Sangatta. Pengemudi disebut telah memasang rambu peringatan dan menyalakan lampu sein kanan sebagai penanda kendaraan berhenti.

Meski demikian, korban diduga tidak menyadari keberadaan truk tersebut. Dugaan sementara, jarak pandang di lokasi terbatas akibat kabut yang menyelimuti ruas jalan pada pagi hari sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

Personel Satlantas langsung melakukan penanganan di lokasi usai menerima laporan kecelakaan. Mulai dari mengamankan arus lalu lintas, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, hingga memeriksa sejumlah saksi.

"Personel Satlantas Polres Kutai Timur telah melakukan penanganan cepat di lokasi kejadian, mulai dari pengamanan arus lalu lintas, olah TKP, pengumpulan barang bukti, pemeriksaan saksi, hingga berkoordinasi dengan Unit Gakkum untuk proses penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Baca Juga: Punya Lima Anak, Ibu Ini Pilih Banyak Ngobrol agar Anak Tak Terjerumus Pergaulan Bebas

Rezky mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama pada dini hari atau ketika melintas di ruas jalan dengan penerangan terbatas. Pengendara juga diminta menjaga jarak aman serta mengurangi kecepatan apabila melihat kendaraan yang berhenti di badan jalan.

"Kami mengimbau masyarakat agar selalu berkonsentrasi saat berkendara, menjaga jarak aman, serta mengurangi kecepatan, khususnya pada ruas jalan minim penerangan atau ketika melintas di sekitar kendaraan yang berhenti di badan jalan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi setiap pengguna jalan," tegasnya.

Sementara itu, penyidik Unit Gakkum Satlantas masih mendalami penyebab pasti kecelakaan dengan mengumpulkan alat bukti dan keterangan para saksi. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Kerugian material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
pemotor tewas Sangatta kecelakaan Sangatta Bontang Jalan Poros Sangatta Bontang truk mogok di badan jalan kecelakaan Kutai Timur