KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Pembangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kutai Timur (Kutim) terus berjalan. Dari target 141 koperasi yang tersebar di 139 desa dan dua kelurahan, sebanyak 24 gedung telah selesai dibangun atau mencapai progres 100 persen.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kutim, tujuh titik kini berada pada progres 91-99 persen. Kemudian delapan titik telah mencapai 81-90 persen, delapan titik berada di kisaran 71-80 persen, 14 titik mencapai 61-70 persen, sembilan titik berada di rentang 51-60 persen, 14 titik pada progres 41-50 persen, 19 titik mencapai 31-40 persen, delapan titik berada di kisaran 21-30 persen, dua titik pada 11-20 persen, dan tiga titik masih di bawah 10 persen. Secara keseluruhan, rata-rata progres pembangunan KDKMP di Kutim saat ini mencapai sekitar 60 persen.
Baca Juga: Audit Pengelolaan Dana Plasma Segera Digelar, 202 Koperasi di Kutim Masuk Daftar Pemeriksaan
Kepala Diskop UKM Kutim, Marhadyn mengatakan, program KDKMP merupakan program strategis nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk didukung pelaksanaannya.
"Di Kutai Timur targetnya sekitar 141 KDKMP dibangun di 139 desa dan dua kelurahan. Sampai minggu lalu ada 24 Kopdes KDKMP yang sudah mencapai 100 persen pembangunannya," katanya, Senin (3/8).
Meski progres pembangunan terus bertambah, sejumlah lokasi masih menghadapi kendala. Hambatan terbesar berasal dari ketersediaan lahan yang dinilai belum memenuhi persyaratan. Sebanyak 19 titik terkendala lokasi yang kurang strategis dengan ukuran lahan di bawah 20x30 meter.
Selain itu, enam titik berada di lahan rawa, lima titik memerlukan pekerjaan cut and fill, empat titik masih dalam proses perizinan pemerintah daerah, dan satu titik belum memenuhi syarat karena jumlah penduduknya kurang dari 500 jiwa.
Baca Juga: PAD dari Retribusi TKA di Kutim Masih Seret, Distransnaker Siapkan Inspeksi Perusahaan
Marhadyn menjelaskan, tiga desa yang progres pembangunannya masih di bawah 10 persen adalah Sepaso Selatan, Kelinjau Ulu, dan Malupan. Sementara itu, Desa Sangatta Utara juga belum menunjukkan perkembangan karena masih mencari lokasi pembangunan yang sesuai.
"Untuk sementara kendalanya memang lokasi. Sekarang pengajuan lokasi tidak langsung disetujui. Lokasi yang diajukan desa diseleksi agar benar-benar strategis," ujarnya.
Menurutnya, proses seleksi lokasi diperketat agar bangunan KDKMP tidak berdiri di kawasan yang sulit dijangkau masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mempercepat penyediaan lahan yang memenuhi syarat.
Marhadyn menambahkan, KDKMP nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi desa, tetapi juga akan menjadi tempat penyaluran sejumlah program pemerintah, seperti bantuan pangan, pupuk bersubsidi, hingga distribusi LPG bersubsidi. (*)
Editor : Duito Susanto