KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIPER Kutai Timur (Kutim) kembali mempertanyakan tindak lanjut komitmen revitalisasi kampus yang disampaikan Pemkab Kutim dalam pertemuan pada 10 Juni 2026 lalu.
Hingga kini, mahasiswa mengaku belum memperoleh kepastian mengenai realisasi pembentukan tim revitalisasi yang sebelumnya dijanjikan.
Komitmen tersebut muncul dalam pertemuan yang melibatkan mahasiswa, pihak rektorat, yayasan, dan pemerintah daerah. Saat itu, pembentukan tim revitalisasi disebut sebagai langkah awal membenahi berbagai persoalan yang dihadapi STIPER Kutim, mulai dari tata kelola hingga peningkatan kualitas pendidikan.
Baca Juga: Target 141 Koperasi Merah Putih di Kutim, Baru 24 Gedung Rampung 100 Persen
Presiden BEM STIPER Kutim, Yosua Sihotang, mengatakan mahasiswa menghargai komitmen yang telah disampaikan pemerintah. Namun, menurutnya, komitmen tersebut perlu diikuti dengan langkah nyata agar tidak berhenti pada forum pertemuan.
"Kami tentu menyambut baik komitmen tersebut. Namun, hingga saat ini kami masih menunggu kejelasan mengenai perkembangan serta tindak lanjut dari rencana yang telah disampaikan. Harapan kami, komitmen itu dapat segera diwujudkan dalam langkah yang nyata dan tidak berhenti sebatas hasil pertemuan," ujarnya, Senin (3/8).
Ia menegaskan, pernyataan BEM bukan ditujukan untuk menyudutkan pihak tertentu. Mahasiswa hanya menjalankan fungsi kontrol terhadap setiap kebijakan yang menyangkut masa depan kampus.
Baca Juga: Audit Pengelolaan Dana Plasma Segera Digelar, 202 Koperasi di Kutim Masuk Daftar Pemeriksaan
"Apa yang kami sampaikan bukan bentuk upaya menyalahkan atau menyudutkan pihak tertentu. Sebagai representasi mahasiswa, BEM memiliki tanggung jawab untuk mengawal setiap komitmen yang berkaitan dengan kepentingan mahasiswa dan masa depan STIPER Kutai Timur," katanya.
BEM berharap proses revitalisasi segera memasuki tahap pelaksanaan sehingga berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian dapat mulai ditangani. Mahasiswa juga memastikan akan terus memantau perkembangan realisasi komitmen tersebut.
"Kami berharap revitalisasi kampus dapat berjalan dengan baik dan membawa perubahan yang benar-benar dirasakan oleh seluruh civitas akademika. BEM STIPER Kutai Timur akan terus mengawal proses ini secara kritis, terbuka, dan bertanggung jawab demi kemajuan pendidikan di Kutai Timur," tutupnya. (*)
Editor : Duito Susanto