Kutim Siap Gelar Pesta Adat Ufah, Tampilkan Ritual dan Tarian Dayak Kayan

Jufriadi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 11:59 WIB
KEARIFAN LOKAL: Salah satu rangkaian ritual Pesta Adat Budaya Ufah suku Dayak Kayan di Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kutim, pada 2025 lalu. Tradisi syukur usai panen itu kembali digelar Minggu (9/8/2026). (IST)

 

 
KEARIFAN LOKAL: Salah satu rangkaian ritual Pesta Adat Budaya Ufah suku Dayak Kayan di Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kutim, pada 2025 lalu. Tradisi syukur usai panen itu kembali digelar Minggu (9/8/2026). (IST)    

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Masyarakat Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur (Kutim) bersiap menggelar Pesta Adat Budaya Ufah pada Minggu (9/8). Tradisi tahunan suku Dayak Kayan itu akan kembali menghadirkan ritual adat, tarian tradisional, musik khas, hingga pameran UMKM sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Dinas Arsip Kutai Barat Gelar Sosialisasi Alih Media Arsip Demi Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Digital

Camat Kongbeng Petrus Ivung mengatakan, rangkaian kegiatan tahun ini akan menampilkan seluruh tarian adat Dayak Kayan yang sebelumnya juga dipentaskan pada penyelenggaraan tahun lalu.

"Semua tarian-tarian adat itu akan kita tampilkan. Kalau jenisnya sama seperti tahun lalu," ujarnya, Rabu (5/8).

Ia menjelaskan, Ufah merupakan tradisi adat yang menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat Dayak Kayan setelah musim panen. Tahun ini, pelaksanaannya digabung dengan peringatan Hari Ulang Tahun Desa Miau Baru sehingga kedua agenda diselenggarakan dalam satu rangkaian.

"Ufah itu sebetulnya ucapan syukur lepas panen. Karena momennya bertepatan dengan HUT Miau Baru, akhirnya digabung menjadi satu kegiatan," katanya.

Baca Juga: Pemkab Kutai Barat Matangkan Persiapan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

Menurut Petrus, pemerintah kecamatan berharap pesta adat tersebut tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu menarik kunjungan wisatawan ke Miau Baru. Pada pelaksanaan tahun lalu, kegiatan itu mampu menghadirkan banyak pelaku UMKM untuk memasarkan produk lokal.

"Kami berharap kegiatan ini bisa menarik wisatawan. Tahun lalu UMKM yang hadir cukup banyak," tuturnya.

Meski demikian, penyelenggaraan tahun ini dilakukan di tengah keterbatasan anggaran. Berbeda dengan sejumlah festival budaya lain yang telah memiliki alokasi pendanaan khusus, Pesta Adat Budaya Ufah lebih banyak mengandalkan dukungan masyarakat serta perusahaan.

"Kalau di kita, dengan kondisi sekarang, kita upayakan dananya dari masyarakat dan sumber-sumber lain, termasuk perusahaan," ucapnya.

Baca Juga: Pemkot Balikpapan Kolaborasi BPSDM Komdigi Banjarmasin Adakan Pelatihan Digital Talent Scholarship bagi Wirausaha  

Selain ritual adat dan tarian kolosal Dayak Kayan, Pesta Adat Budaya Ufah juga akan diramaikan dengan pertunjukan musik tradisional, pameran UMKM, serta gelar produk lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pelestarian warisan leluhur sekaligus memperkuat daya tarik wisata budaya di Kecamatan Kongbeng. (*)

Editor : Sukri Sikki
pesta adat tradisi kutai timur suku dayak budaya