SANGATTA – Masa latihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tahun ini lebih singkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya pelatihan berlangsung sekitar satu bulan, kini hanya sekitar dua pekan.
Perwakilan pelatih Paskibraka Kutim, Aiptu Wahyu Winarko, mengatakan pemangkasan waktu latihan dipengaruhi efisiensi anggaran. Kondisi itu membuat tim pelatih harus mengubah pola latihan agar seluruh materi tetap dapat diberikan sebelum upacara peringatan HUT ke-81 RI.
"Tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya proses pelatihan itu selama satu bulan penuh. Karena ada efisiensi anggaran sehingga latihannya hanya dua minggu kurang lebih," katanya.
Menurut Wahyu, metode latihan yang biasanya dilakukan bertahap kini harus berjalan bersamaan. Materi dasar baris-berbaris diperkenalkan sekaligus diterapkan dalam formasi pengibaran.
Baca Juga: MA Tolak Kasasi Kementerian ESDM, Dokumen Lingkungan PT KPC Dinyatakan Informasi Publik
"Kalau dulu kita latih dasar dulu sampai matang baru masuk formasi. Sekarang mau tidak mau dasarnya kita perkenalkan saja, nanti langsung kita aplikasikan di lapangan," ujarnya. Ia menyebut progres latihan telah mencapai sekitar 80 persen. Namun, waktu yang tersisa masih difokuskan untuk menyempurnakan gerakan dan kekompakan pasukan.
Sebanyak 36 anggota Paskibraka yang terdiri atas 18 putra dan 18 putri menjalani latihan sejak pagi hingga sore. Selama latihan, tim medis disiagakan untuk mengantisipasi peserta yang mengalami kelelahan akibat aktivitas fisik maupun cuaca panas.
"Tim medis harus selalu mendampingi. Ada yang kakinya bengkak karena latihan fisiknya cukup berat. Kalau sudah mulai ada yang matanya kunang-kunang, langsung diistirahatkan," jelasnya.
Baca Juga: Diduga Kuasai Lahan di Luar HGU, Perusahaan Sawit di Kutim Diminta Diaudit
Wahyu mengatakan kemampuan peserta juga beragam. Sebagian pernah menjadi petugas upacara di sekolah atau tingkat kecamatan, sementara lainnya baru pertama kali mengikuti pelatihan intensif.
Selain latihan fisik, peserta juga mendapat pembekalan mengenai wawasan kebangsaan dan kepemimpinan. Menurutnya, pembekalan itu diperlukan karena setelah bertugas mereka akan menjadi Duta Pancasila.
Dalam beberapa hari ke depan, tim pelatih akan menuntaskan pemolesan gerakan sebelum memasuki latihan gabungan bersama unsur TNI, Polri, dan peserta upacara lainnya. Gladi kotor dan gladi bersih dijadwalkan dilaksanakan sebelum pelaksanaan upacara 17 Agustus. (riz)
Editor : Muhammad Rizki