KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Dinas Kesehatan (Diskes) Kutai Timur (Kutim) kembali membuka program beasiswa pendidikan tenaga kesehatan melalui kerja sama dengan Universitas Mulawarman (Unmul). Tahun ini, tersedia sembilan kuota beasiswa yang diperuntukkan bagi putra daerah guna memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Kutim.
Baca Juga: Badan Jalan di Ujung Jembatan Bengalon Kutim Ambles, Warga Khawatir Putus Akses Lima Kecamatan
Kepala Diskes Kutim Yuwana Sri Kurniawati mengatakan, kerja sama tersebut mencakup Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman. Program ini meliputi pendidikan dokter umum, dokter gigi, apoteker, hingga dokter spesialis.
“Tahun ini kita meng-cover sembilan orang, terdiri dari dua dokter umum, dua dokter gigi, dua dokter spesialis, dan tiga farmasi apoteker," ujar Yuwana saat dikonfirmasi, Jumat (7/8).
Baca Juga: Anggaran Belum Tersedia, Pembangunan Bandara Tanah Grogot Tunggu Skema Pembiayaan Pusat
Yuwana menjelaskan, seluruh penerima beasiswa diprioritaskan bagi putra-putri asal Kutim. Seleksi dilakukan menggunakan sistem penilaian berdasarkan skala prioritas sesuai kebutuhan daerah.
Khusus untuk program pendidikan dokter spesialis, penerima diprioritaskan dari aparatur sipil negara (ASN) yang telah bertugas di lingkungan Pemerintah Kutim. Hal itu dilakukan agar setelah menyelesaikan pendidikan mereka dapat langsung kembali mengisi kebutuhan layanan kesehatan di daerah.
"Untuk program pendidikan dokter spesialis harus yang sudah PNS di Kutai Timur sehingga nanti memang kembali ke Kutai Timur," katanya.
Baca Juga: Musim Kemarau Melanda, Wabup Mahulu Ingatkan Warga Waspada Karhutla
Menurutnya, sejak awal Diskes telah memetakan kebutuhan tenaga medis di setiap rumah sakit daerah. Karena itu, calon dokter spesialis yang menerima beasiswa juga telah diarahkan lokasi penugasannya setelah lulus, seperti di RSUD Muara Bengkal maupun RSUD Sangkulirang.
Tak hanya dokter spesialis, penerima beasiswa dokter umum, dokter gigi, maupun apoteker juga diwajibkan kembali mengabdi di Kutai Timur.
Sebagai bentuk komitmen, seluruh penerima beasiswa harus menandatangani surat pernyataan bermaterai yang menyatakan kesediaan kembali bertugas di Kutim setelah menyelesaikan pendidikan.
Selain itu, Diskes juga telah berkoordinasi dengan Universitas Mulawarman agar ijazah lulusan penerima beasiswa diserahkan langsung kepada Dinas Kesehatan.
"Jangan sampai setelah lulus nanti mereka malah pindah ke luar daerah. Jadi harus di Kutai Timur. Ini dalam rangka pemenuhan kebutuhan tenaga medis kesehatan di Kutai Timur," tegas Yuwana. (*)
Editor : Sukri Sikki