Hadapi Kemarau, Perumdam Kutim Siapkan Jalur Darurat Ponton untuk Amankan Pasokan Air

Jufriadi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:11 WIB
DARURAT: Direktur Utama Perumdam Kutim Suparjan meninjau IPA Kabo, Jalan Papa Charlie, Desa Swarga Bara, Sangatta Utara, Rabu (12/8).
DARURAT: Direktur Utama Perumdam Kutim Suparjan meninjau IPA Kabo, Jalan Papa Charlie, Desa Swarga Bara, Sangatta Utara, Rabu (12/8).

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Kutim) mulai menyiapkan infrastruktur pendukung di area intake untuk menghadapi perubahan debit air baku saat musim kemarau. Salah satu yang dikebut ialah jalur pemasangan pipa ponton.

Direktur Utama Perumdam Kutim, Suparjan, meminta tim teknis segera memastikan jalur pemasangan pipa di sisi intake lama. Persiapan juga mencakup lengan ayun dan jaringan listrik agar pemasangan ponton nantinya tidak terkendala.

"Nanti penggunaan pipa berdiameter 200 milimeter untuk jalur ponton. Jaringan kabel listrik juga dibuat sejajar dan berada di sisi jalur pipa distribusi, jadi instalasi lebih rapi dan mudah dalam proses pengerjaan maupun pemeliharaan," kata Suparjan dalam keterangannya, Kamis (13/8).

Baca Juga: 15 Desa di Kutim Masuk Program Desa Siaga TBC Menuju Target Eliminasi 2030

Ponton tersebut disiapkan sebagai salah satu langkah teknis untuk menjaga pengambilan air baku ketika kondisi permukaan maupun debit sumber air mengalami perubahan. Sistem ini akan dilengkapi pompa sentrifugal berkapasitas 160 kilowatt dengan kemampuan pengaliran sekitar 100–165 liter per detik.

Kapasitas tersebut diharapkan dapat menambah kemampuan pengambilan air baku dan mendukung produksi air bersih, khususnya ketika pasokan air mulai terpengaruh kondisi kemarau.

Asisten Manajer Perawatan Teknik Perumdam Kutim, Daniel Linggi, mengatakan pekerjaan di lapangan akan dilanjutkan setelah pengerjaan ponton rampung. Tim juga telah diarahkan untuk langsung mengerjakan jalur ponton agar tahapan pekerjaan tidak terputus.

Baca Juga: 463 Keluarga di Kaubun Masuk Data Risiko Stunting, Pemkab Kutim Perkuat Intervensi

Pengerjaan jalur ponton dilakukan bersamaan dengan koordinasi Divisi Perencanaan Teknik. Koordinasi tersebut untuk memastikan material dan kebutuhan teknis tersedia sebelum pekerjaan dilanjutkan.

Daniel menambahkan, setelah material terpenuhi, tim Perawatan Teknik akan masuk pada tahap pengerjaan sistem kelistrikan. Pekerjaan mencakup pemasangan panel listrik hingga jalur kabel yang nantinya mendukung pengoperasian pompa pada ponton.

"Target secepatnya. Sedangkan tugas perawatan yaitu pemasangan panel listrik beserta jalur kabel. Pengerjaan semoga tepat waktu untuk mendukung pengoperasian pompa pada ponton," tuturnya. (*)

Editor : Duito Susanto
Perumdam Tirta Tuah Benua air bersih air baku kutai timur musim kemarau