KALTIMPOST.ID, KUTAI TIMUR – Memasuki musim kemarau, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi ancaman yang perlu diantisipasi sejak dini. Menjawab tantangan tersebut, PT Hamparan Perkasa Mandiri (HPM), member of PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP), menggelar latihan Pengendalian Karhutla bersama Manggala Agni DAOPS Kalimantan XIII-Sangkima di wilayah operasional HPM, Desa Rantau Sentosa, Kecamatan Busang, Kutai Timur.
Pelatihan tersebut diikuti 90 personel yang merupakan satuan tugas pengendalian karhutla dari sejumlah perusahaan dalam TAP Grup. Kegiatan dilaksanakan dalam dua batch dengan rangkaian pembekalan teori dan praktik simulasi penanganan kebakaran di lapangan selama tiga hari pada masing-masing batch.
Pelatihan ini merupakan bagian dari inisiatif TAP untuk Negeri, yang menempatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko karhutla sebagai salah satu wujud komitmen perusahaan terhadap kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional.
Baca Juga: Sopir Truk di Sangatta Keluhkan Sulit Dapat BBM, Antrean Disebut Capai 14 Hari
Latihan tersebut turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antaranya camat Busang, Dinas Perkebunan Kutim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, serta Kepolisian Sektor dan Koramil Kecamatan Muara Ancalong.
Kepala DAOPS Manggala Agni Kalimantan XIII-Sangkima, Bambang Supriyadi, mengatakan pelatihan dilakukan untuk memperkuat kapasitas personel perusahaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Materi diberikan melalui pembelajaran di kelas, pengenalan dan simulasi penggunaan peralatan pemadam, hingga praktik teknik pencegahan dan penanggulangan karhutla di lapangan.
Senior Estate Manager PT HPM, Jabeglin Purba, mengatakan penguatan kapasitas satgas menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun kesiapsiagaan menghadapi risiko karhutla. Menurutnya, pencegahan kebakaran membutuhkan kemampuan personel sekaligus dukungan sarana dan sistem deteksi dini.
Baca Juga: Sudah Belasan Tahun Menunggu, MHA Wehea Kutim Masih Berhadapan dengan Persoalan Batas Adat
”Perusahaan memiliki komitmen kuat untuk tidak melakukan pembukaan lahan tanpa membakar, termasuk penyediaan sistem sarana dan prasarana kebakaran berupa pembentukan dan pelatihan satgas dalkarhutla, melakukan deteksi dini kebakaran, sosialisasi dan reward desa bebas kebakaran,” ungkap Jabeglin.
Ia menambahkan kerja sama antara HPM dan Manggala Agni dalam penguatan kapasitas satgas pengendalian karhutla telah berjalan sejak 2016. Dalam pelatihan kali ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai kebijakan dan regulasi pengelolaan karhutla, tetapi juga dibekali pengetahuan mengenai pengenalan jenis dan fungsi alat pemadam kebakaran, serta praktik teknik pencegahan dan penanggulangan karhutla langsung di lapangan bersama Manggala Agni.
Menurut Jabeglin, pencegahan dan pengendalian Karhutla tidak hanya dilakukan oleh satu pihak melainkan merupakan tanggung jawab bersama dari para pemangku kebijakan dan masyarakat agar potensi kebakaran dapat dicegah dan ditangani secara cepat.
Hal senada disampaikan Pembina Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Perkebunan Kutai Timur Martang. Ia mengapresiasi konsistensi PT HPM dalam menyelenggarakan pelatihan pengelolaan karhutla setiap tahun, terutama menjelang periode rawan kebakaran.
Ia menjelaskan Pemkab Kutim telah membentuk lima Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) di wilayah Kecamatan Busang dan telah dibekali alat pemadam kebakaran kepada masing-masing kelompok, sebagai bagian dari kesiapsiagaan bersama menghadapi musim kemarau.
"Disbun Kutim mengucapkan apresiasi atas konsistensi perusahaan yang telah menyelenggarakan pelatihan pengelolaan kebakaran hutan dan lahan secara rutin setiap tahun serta kontribusinya menjaga area sekitar perusahaan bebas dari karhutla. Kami mengajak kepada perusahaan dan KTPA untuk melakukan pencegahan, penanggulangan, dan penanganan pascakebakaran, agar kejadian kebakaran di Kutim bisa menurun," ujar Martang. (*/s)
Editor : Duito Susanto