KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mulai menyiapkan rute pelayaran untuk mendukung operasional perdana Pelabuhan Kudungga. Jalur Sangatta-Donggala-Mamuju diusulkan menjadi rute awal yang akan disiapkan pada 2028.
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim Masrianto Suriansyah mengatakan, rute tersebut masih harus disesuaikan dengan kebijakan Kementerian Perhubungan. Pembahasan akan dilakukan melalui Dishub Provinsi Kalimantan Timur dan pihak kesyahbandaran.
“Untuk rute perdana yang akan kita siapkan pada awal 2028 adalah rute Sangatta-Donggala-Mamuju. Namun, ini juga mengikuti kebijakan dan pertimbangan dari Kementerian Perhubungan melalui Dinas Perhubungan Provinsi dan difasilitasi oleh KSOP Bontang,” kata Masrianto.
Selain KSOP Bontang, koordinasi juga dapat melibatkan KSOP Sangkulirang dan Sangatta. Penyesuaian rute diperlukan agar jalur pelayaran yang disiapkan sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan operasional pelabuhan.
Di sisi pembangunan, Pemkab Kutim menyiapkan anggaran sekitar Rp144 miliar melalui skema multiyears contract (MYC) 2026-2027. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan fasilitas pelayanan, reklamasi kawasan, serta jalan lingkungan pelabuhan.
Dari total 36 bangunan pelayanan yang direncanakan, sebanyak 12 hingga 13 bangunan akan masuk dalam pekerjaan MYC 2026-2027.
“Sisanya adalah reklamasi kawasan dan pembangunan jalan lingkungan pelabuhan. Ke depan, secara bertahap, sisa dari 36 bangunan tersebut akan kita bangun,” ujarnya.
Menurut Masrianto, fasilitas yang dibangun pada tahap awal sudah dinilai cukup untuk mendukung operasional perdana Pelabuhan Kudungga. Pembangunan fasilitas lainnya akan dilanjutkan secara bertahap.
Untuk 2026, pekerjaan fisik belum ditargetkan langsung berjalan. Kontrak pekerjaan ditargetkan diteken pada minggu kedua September. Oktober hingga Desember digunakan untuk persiapan dan mobilisasi peralatan.
Pekerjaan fisik utama kemudian ditargetkan berlangsung sepanjang 2027. Jika tidak ada kendala, pelabuhan dijadwalkan memasuki operasional awal pada 2028.
“Peresmian awal kita rencanakan oleh Bapak Bupati nanti, insyaallah itu pada awal 2028,” ujarnya.
Baca Juga: Pria di Kutim Gasak Rokok Senilai Rp 10 Juta dari Toko dan Akhirnya Dibekuk Polisi di Rumah Kost
Dishub Kutim juga mulai menyiapkan kelembagaan dan sumber daya manusia untuk mendukung pengelolaan pelabuhan. Kajian pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan ditargetkan disiapkan pada 2027.
Baca Juga: Gugatan Rp 8,97 Miliar Proyek Polder Tanjung Laut, Ini Harapan Pemilik Lahan Saat Mediasi
Penyiapan SDM dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan. Pemkab Kutim juga membuka peluang kerja sama pendidikan untuk mengirim putra-putri daerah menempuh pendidikan di sekolah kedinasan bidang perhubungan.
“Ini adalah awal kesiapan atau investasi Pemerintah Kutai Timur dalam menyiapkan tenaga-tenaga ahli dan teknis di bidang perhubungan, baik itu matra darat, laut, maupun udara,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki