Karhutla di Kutim Capai 29 Titik, Tiga Kecamatan Jadi Perhatian  

Jufriadi • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 13:14 WIB
Karhutla di Jalan Kajang Mekar, Singa Geweh, Sangatta Selatan, menghanguskan sekitar 0,5 hektare lahan gambut beberapa hari lalu. (IST)

 
Karhutla di Jalan Kajang Mekar, Singa Geweh, Sangatta Selatan, menghanguskan sekitar 0,5 hektare lahan gambut beberapa hari lalu. (IST)  

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kutai Timur (Kutim) tercatat mencapai 29 titik hingga 19 Agustus 2026. Luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 39,25 hektare.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim Sulastin mengatakan, sejumlah wilayah masih perlu mendapat perhatian karena memiliki potensi titik panas cukup tinggi. Tiga di antaranya yakni Kecamatan Sangatta Selatan, Rantau Pulung, dan Bengalon.

“Dari data yang kami terima, ketiga kecamatan itu masih memiliki titik panas yang sangat tinggi. Kami langsung mengantisipasi adanya karhutla,” kata Sulastin, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga: Baru 100 Depot Air Minum Terdata di Kutim, Ratusan Lainnya Belum Terdaftar

Antisipasi dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah kecamatan dan sejumlah pihak terkait. BPBD juga menyiapkan posko karhutla di wilayah yang dinilai rawan.

Baca Juga: Cegah Bahaya Karhutla, Pemkot Balikpapan Ancam Sanksi Tegas Pelanggar Aturan Pembakaran

Posko tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan apabila ditemukan indikasi awal kebakaran. Selain pemerintah, BPBD melibatkan kepolisian, TNI, perusahaan, serta masyarakat dalam pencegahan dan penanganan karhutla.

“Pihak swasta dan masyarakat kami minta untuk sama-sama menjaga hutan dan lahan. Sehingga tidak ada lagi titik karhutla terjadi,” ujarnya.

Baca Juga: Rencana Pemprov Menyiapkan Rekayasa Cuaca Hujan Buatan Diapresiasi Pemkab Mahulu  

Sulastin juga mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta lebih berhati-hati dengan aktivitas yang berpotensi memicu api, termasuk membuang puntung rokok sembarangan saat kondisi lahan kering.

Selain pencegahan, kecepatan laporan juga dinilai penting untuk menghindari kebakaran meluas. Warga diminta segera melapor apabila menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran di sekitar permukiman maupun kawasan hutan dan lahan.

“Kalau masyarakat ada melihat dan menemukan kebakaran hutan dan lahan segera laporkan ke posko terdekat. Masyarakat juga bisa langsung menghubungi call center BPBD Kutim 082250034699 atau Kutim Siaga di nomor 112,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
BPBD Kutim kutai timur agustus karhutla Sangatta Selatan