Ujung Jembatan Lembak Bengalon Turun, Pemkab Kutim Minta Penanganan Segera  

Jufriadi • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:31 WIB
INFRASTRUKTUR: Ujung Jembatan Lembak di Desa Sepaso Timur, Kecamatan Bengalon mengalami penurunan pada salah satu sisi sehingga ujung jembatan tidak lagi sejajar dengan jalan. (IST)
INFRASTRUKTUR: Ujung Jembatan Lembak di Desa Sepaso Timur, Kecamatan Bengalon mengalami penurunan pada salah satu sisi sehingga ujung jembatan tidak lagi sejajar dengan jalan. (IST)

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Ujung Jembatan Lembak di Desa Sepaso Timur, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim) mengalami penurunan. Kondisi itu membuat ujung jembatan tidak lagi sejajar dengan jalan dan berpotensi mengganggu kendaraan yang melintas.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi meminta Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan Kutim segera berkoordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan terhadap jembatan tersebut.

"Meskipun jembatan ini bukan kewenangan kabupaten, masyarakat tidak mau tahu soal itu. Yang mereka lihat dan mereka sasar adalah pemerintah setempat," kata Mahyunadi.

Baca Juga: 297 Guru Kutim Lulus S2, Bersiap Kembali Mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus

Jembatan Lembak berada di jalur poros nasional yang menghubungkan Bengalon dengan sejumlah wilayah di Kutim bagian timur. Di antaranya Kaliorang, Kaubun, Karangan, Sangkulirang dan Sandaran. Jalur tersebut juga menjadi salah satu akses menuju Kabupaten Berau.

Baca Juga: Karhutla Lalap 5 Hektare Belukar di Sangatta Utara, Padam Setelah 5 Jam  

Menurut Mahyunadi, kondisi jembatan perlu segera diperiksa untuk mengetahui penyebab dan tingkat penurunannya. Penanganan juga diperlukan untuk mencegah kerusakan semakin parah maupun munculnya risiko bagi pengguna jalan.

"Jangan sampai ada korban, kemudian pemerintah yang disalahkan karena kurang peduli dengan warganya. Kita harus kerjakan apa yang seharusnya bisa dikerjakan demi keselamatan pengguna jalan," tegasnya.

Baca Juga: Produksi Pisang Kaltim Turun 29,73 Ribu Ton, Wilayah Ini Jadi Penopang Utama

Mahyunadi menyebut pemeriksaan teknis menjadi langkah awal sebelum menentukan metode perbaikan. Dia meminta perangkat daerah terkait berkomunikasi dengan instansi teknis pemerintah provinsi dan BPJN.

"Ujung jembatan mengalami penurunan (settlement) yang menyebabkan permukaan jembatan tidak lagi sejajar dengan jalan pendekat," ujar Mahyunadi.

Baca Juga: El Nino Mengintai hingga Akhir Tahun, Samarinda Siapkan Empat Level Status Mitigasi

Di sisi lain, terdapat jalur alternatif melalui Desa Sepaso Selatan. Namun akses tersebut belum dapat menggantikan fungsi Jembatan Lembak. Sebagian ruas masih berupa jalan tanah, relatif sempit dan melewati kawasan permukiman.

Jalur tersebut juga kurang mendukung kendaraan bertonase besar. Kondisinya berpotensi semakin sulit dilalui saat hujan karena ruas jalan tanah menjadi licin.

Karena itu, kondisi Jembatan Lembak menjadi perhatian mengingat jalur tersebut digunakan untuk mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Jika akses utama terganggu, dampaknya dapat dirasakan hingga sejumlah kecamatan di wilayah timur Kutim. (*)

Editor : Sukri Sikki
bengalon Mahyunadi dinas perhubungan kutai timur jembatan