KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Penanganan oprit Jembatan Lembak di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, mulai dilakukan setelah bagian jalan di sisi jembatan mengalami penurunan. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur menyiapkan lintasan sementara menggunakan baja girder dan plat baja agar kendaraan tetap dapat melintas.
Baca Juga: Posko Karhutla Dibentuk di Muara Wahau, Patroli Titik Rawan Disiapkan
Pemasangan lintasan sementara itu dilakukan Senin (24/8). PPK 2.3 BBPJN Kaltim Musa Partogi mengatakan, konstruksi tersebut dibuat untuk mengurangi beban kendaraan terhadap permukaan oprit yang mengalami penurunan.
"Konsepnya seperti jembatan pakai plat baja. Supaya nanti kendaraan yang melintas tidak langsung interaksi ke permukaan yang turun," ujarnya.
Baca Juga: Posko Karhutla Dibentuk di Muara Wahau, Patroli Titik Rawan Disiapkan
Musa mengatakan, penurunan oprit sebenarnya sudah terpantau sejak Mei lalu. Pada Juli, BBPJN sempat melakukan leveling atau perataan permukaan jalan. Namun, setelah pekerjaan tersebut, pergerakan penurunan justru semakin cepat.
"Dua minggu setelah kami lakukan perataan permukaan jalan, aktivitas penurunannya semakin massif," jelasnya.
Baca Juga: Banggar Soroti 20 Program Prioritas Pemkab Mahulu 2027, dari PDAM hingga Jalan Perbatasan
Kondisi itu kemudian ditindaklanjuti dengan survei, monitoring, dan pengujian. Hasilnya akan menjadi bahan untuk menyusun desain penanganan permanen yang direncanakan pada 2027.
Sambil menunggu penanganan permanen, plat baja yang dipasang akan digunakan sebagai lintasan sementara. BBPJN berharap kendaraan berat, terutama yang masuk kategori Over Dimension Over Load (ODOL), dapat dibatasi melintas di atas konstruksi tersebut agar usia pakainya tetap terjaga.
"Jadi kendaraan yang bisa lewat itu mungkin kendaraan pribadi begitu. Sebenarnya yang lebih penting lagi terkait juga lalu lintas dan rencana penganan ke depan," bebernya.
Untuk mengurangi beban di Jembatan Lembak, Musa mengusulkan kendaraan berat menggunakan jalur alternatif melalui Sepaso Selatan. Di jalur tersebut telah tersedia jembatan sepanjang 60 meter. Namun, akses menuju lokasi masih membutuhkan peningkatan karena sekitar 97 persen ruas jalannya masih berupa jalan tanah.
"Artinya, untuk sekarang ini kita bisa membagi kendaraan. Kendaraan yang berat bisa lewat Sepaso Selatan dan yang ringan lewat Jembatan Lembak," jelasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki