Kadar Garam Sungai Sangatta Sempat Lampaui Baku Mutu, Perumdam Pastikan IPA Kabo Masih Aman

Jufriadi • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:08 WIB
Petugas Perumda Tirta Tuah Benua Kutim mengambil sampel air Sungai Sangatta untuk memantau kadar garam dan potensi intrusi air laut. (IST)

 

 
Petugas Perumda Tirta Tuah Benua Kutim mengambil sampel air Sungai Sangatta untuk memantau kadar garam dan potensi intrusi air laut. (IST)    

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Kemarau mulai berdampak terhadap kondisi Sungai Sangatta, Kutai Timur (Kutim). Salah satu yang dipantau adalah potensi intrusi air laut yang dapat meningkatkan kadar garam di aliran sungai.

Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua (Perumdam TTB) Kutim mencatat kadar klorida di salah satu titik pemantauan sempat melampaui ambang baku mutu air baku. Meski demikian, kondisi tersebut belum mencapai intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo.

Baca Juga: Pernah Jadi Tersangka Lalu Dapat SP3 dari Kejaksaan, Ini Jejak Kasus Mantan Dirut PT LBB

Direktur Utama Perumdam TTB Kutim Suparjan mengatakan pemantauan dilakukan secara berkala, terutama ketika air sungai dalam kondisi pasang. Pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan air laut ke bagian hulu sungai akibat debit air tawar yang menurun.

"Pengujian laboratorium dilakukan secara bertahap saat kondisi air pasang di beberapa titik sampel, dengan ambang batas maksimum baku mutu kadar garam untuk air baku ditetapkan sebesar 300 ppm," katanya, Rabu (26/8).

Baca Juga: Pertamina Akui Penggunaan Pertalite di Balikpapan Over Kuota, Pemkot Minta Tambahan Stok

Pada 16 Agustus, kadar klorida di Jembatan Kampung Kajang tercatat 0,2 ppm. Angka itu kemudian meningkat menjadi 59,7 ppm pada 20 Agustus.

Kenaikan cukup signifikan terjadi pada Senin (24/8). Hasil pemeriksaan pukul 08.00 WITA menunjukkan kadar klorida di Jembatan Kampung Kajang mencapai 315,6 ppm. Angka tersebut melewati ambang baku mutu sebesar 300 ppm.

Namun, hasil pengujian di kawasan Porodisa menunjukkan kondisi berbeda. Sampel yang diambil pukul 10.15 Wita mencatat kadar klorida 2,5 ppm. Lokasi tersebut berada sekitar 3 kilometer di hilir intake IPA Kabo.

Kondisi ini menjadi indikator bahwa intrusi air laut yang terpantau di Kampung Kajang belum mencapai titik pengambilan air baku IPA Kabo. Dengan demikian, air baku yang masuk ke instalasi masih memenuhi syarat untuk diolah.

"Hasil uji di daerah Porodisa yang berjarak 3 km di hilir Intake IPA Kabo menunjukkan kadar klorida sebesar 2,5 ppm. Artinya, air baku yang masuk ke instalasi pengolahan IPA Kabo dipastikan aman dan laik untuk diproses menjadi air bersih," tegas Suparjan.

Kemarau dapat meningkatkan risiko intrusi air laut karena berkurangnya debit air tawar yang mengalir ke arah muara. Kondisi tersebut membuat pengaruh air laut dapat bergerak lebih jauh ke dalam aliran sungai, terutama ketika terjadi pasang.

Karena itu, Perumda Tirta Tuah Benua melanjutkan pemantauan kadar klorida di sejumlah titik Sungai Sangatta. Pemantauan diperlukan untuk mengetahui pergerakan intrusi sekaligus memastikan kualitas air baku IPA Kabo tetap terjaga. (*)

Editor : Sukri Sikki
Perumdam TTB Kutim kemarau sungai sangatta Suparjan