KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Perpindahan Dyah Ratnaningrum dari Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) ke Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) Kutai Timur (Kutim) langsung dihadapkan pada persoalan hilir pertanian.
Salah satunya memastikan hasil panen sekitar 3.000 ton di Kaubun pada September mendatang terserap pasar. Dyah resmi dilantik bersama empat pejabat pimpinan tinggi pratama lainnya dalam rotasi jabatan di lingkungan Pemkab Kutim, Jumat (28/8).
Baca Juga: Jaga Keandalan Infrastruktur, Pembangunan Saluran Pasangan Batu di Segmen Gunung Odang Terus Dikebut
Pelantikan berlangsung di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim. Menurut Dyah, tugas barunya masih berkaitan erat dengan pekerjaan sebelumnya. Jika DTPHP berfokus pada produksi di sektor hulu, Diskepang memiliki peran memastikan hasil produksi tersebut dapat ditangani dan terserap di hilir.
“Kalau DTPHP itu di hulunya, harus ada yang menangani di hilirnya. Di ketahanan pangan juga banyak pekerjaan rumah. Mulai Senin saya harus sudah bekerja,” katanya.
Baca Juga: Meriahkan Kemerdekaan Indonesia, Pengcab Pelti Paser Gelar Turnamen Khusus
Salah satu yang menjadi perhatian adalah panen raya di Kaubun. Produksi sekitar 3.000 ton tersebut dinilai membutuhkan kesiapan agar tidak menumpuk di tingkat petani.
“Ini juga harus diatasi. Bagaimana caranya agar terserap pasar, bagaimana menangani gabah kering panennya, kemudian kita juga harus menangani dari sisi kualitas berasnya,” ujarnya.
Dyah menilai penanganan pascapanen menjadi bagian penting untuk menjaga kesinambungan produksi pertanian. Menurutnya, peningkatan produksi di hulu harus diikuti kesiapan di hilir.
"Saya akan berjuang maksimal membantu di hilir agar hulunya tetap bergerak dengan baik,” katanya.
Ia mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi. Pengalaman memimpin DTPHP dinilai menjadi bekal untuk menjalankan tugas barunya.
"Kalau hilirnya tidak dikerjakan, hulunya akan berhenti. Itu yang menjadi kekhawatiran saya ketika menjadi kepala DTPHP,” tuturnya.
Dyah menyebut penyerapan hasil panen juga berkaitan dengan tanggung jawab pemerintah kepada petani yang selama ini didorong meningkatkan produksi.
“Saya akan berusaha maksimal. Mudah-mudahan saya bisa mengatasi ini karena ini juga menjadi tanggung jawab moral, tanggung jawab saya kepada petani yang kemarin disuruh tanam,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki