KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kutai Timur (Kutim) terus bertambah dalam beberapa bulan terakhir. Hingga pekan ke-33 atau pertengahan Agustus 2026, Dinas Kesehatan (Diskes) Kutim mencatat 2.586 kasus.
Kenaikan tersebut berlangsung sejak Mei. Kondisi itu terjadi bersamaan dengan cuaca panas dan meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kutim.
Baca Juga: Kondisi Udara Balikpapan Memburuk Imbas Karhutla Tetangga, Wali Kota Imbau Warga Pakai Masker
Kepala Diskes Kutim Yuwana Sri Kurniawati mengatakan, peningkatan kasus ISPA menjadi perhatian karena kondisi udara dapat memengaruhi kesehatan saluran pernapasan masyarakat.
“Ini menjadi perhatian serius kami karena ancaman cuaca panas dan karhutla saling berkaitan langsung dengan saluran pernapasan warga,” ujar Yuwana.
Baca Juga: Tiga PJU Polres Paser Bergeser, dari Wakapolres Hingga Kapolsek
Kenaikan kasus juga terlihat di sejumlah fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Salah satunya Puskesmas Teluk Lingga, Sangatta. Jumlah pasien ISPA di fasilitas kesehatan tersebut meningkat setiap bulan.
Pada Juni tercatat 285 pasien. Jumlahnya naik menjadi 438 pasien pada Juli dan kembali meningkat menjadi 503 pasien sepanjang Agustus.
Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan jumlah pasien yang cukup besar hanya dalam tiga bulan. Dari Juni ke Agustus, jumlah pasien bertambah 218 orang atau sekitar 76,5 persen.
Menurut Yuwana, kondisi lingkungan turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Cuaca panas yang berlangsung cukup lama ditambah asap dari kebakaran lahan dapat menurunkan kualitas udara.
“Kondisi cuaca lumayan panas, lalu ditambah seringnya terjadi kebakaran lahan sehingga menyebabkan asap di mana-mana. Polusi udara ini langsung mengganggu pernapasan,” katanya.
Baca Juga: 100 Personel Satgas TNI Diterjunkan Cegah Karhutla di Balikpapan
Diskes Kutim meminta masyarakat, terutama yang berada di wilayah terdampak asap, mengurangi paparan udara luar ketika kondisi tidak memungkinkan. Penggunaan masker juga dianjurkan ketika beraktivitas di luar rumah.
“Kami imbau warga wajib memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Selain itu, batasi mobilitas luar ruangan jika cuaca sedang terik atau asap memburuk,” tegasnya.
Selain mengurangi paparan asap, masyarakat diminta menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan dan asupan makanan bergizi. (*)
Editor : Sukri Sikki