KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas jalan di Kutai Timur (Kutim) belum dapat dipenuhi secara merata. Kondisi tersebut salah satunya terlihat pada jalur menuju Kecamatan Bengalon yang masih minim penerangan.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim menyebut keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Penanganan PJU pun harus dilakukan secara bertahap dengan mendahulukan titik yang dianggap paling membutuhkan.
Kepala Dishub Kutim Poniso Suryo Renggono mengatakan, pemetaan kebutuhan PJU telah dilakukan. Pemetaan mencakup pemeliharaan lampu yang sudah tersedia hingga rencana pembangunan titik baru.
Baca Juga: Cuaca Panas dan Karhutla Picu ISPA Melonjak di Kutim, Tembus 2.586 Kasus
“Untuk PJU, tentunya ada perawatan dan ada juga pembangunan. Kami sudah memetakan terkait kebutuhan PJU, baik perawatan maupun rencana pembangunan,” ujar Poniso.
Menurut dia, kondisi anggaran membuat seluruh kebutuhan penerangan belum bisa ditangani sekaligus. Dishub akan mengarahkan pekerjaan pada sejumlah titik yang menjadi prioritas berdasarkan kondisi lapangan.
“Anggaran kita terbatas, sehingga kegiatannya tidak bisa mencakup keseluruhan. Kita lakukan di spot-spot tertentu secara bertahap,” katanya.
Baca Juga: 20 Ribu UMKM Kutim Ditargetkan Kantongi NIB dan NPWP, Akses Modal Makin Mudah
Selain pembangunan PJU baru, pemeliharaan fasilitas yang sudah ada juga menjadi bagian dari pekerjaan Dishub. Sejumlah titik di kawasan Sangatta telah masuk dalam pemetaan untuk mendapatkan perawatan.
Dishub juga mengandalkan laporan dari masyarakat untuk memperbarui data kebutuhan PJU. Informasi dapat disampaikan terkait lampu yang rusak maupun ruas jalan yang belum memiliki penerangan.
Masukan tersebut akan menjadi bahan dalam menentukan titik yang perlu ditangani. Dishub juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk PLN, apabila penanganan membutuhkan kewenangan lintas instansi. (*)
Editor : Duito Susanto